Tragedi Kecelakaan Maut di Surabaya, Satu Orang Tewas Terlindas Truk Kontainer
Pada hari Sabtu (28/2/2026) siang, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor dan truk kontainer di kawasan Jalan Tambak Osowilangun, Tambak Langon, Benowo, Surabaya. Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Supriono mengonfirmasi bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Ia juga membeberkan identitas korban tewas, yaitu seorang pria berinisial MN (27) warga Lowayu, Dukun, Gresik.
MN mengendarai Honda Vario bernopol W-6427-LY membonceng ZTR (23), yang dilaporkan selamat dari insiden tersebut. Menurut kronologi yang diungkapkan oleh AKP Supriono, korban melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di TKP, korban bertabrakan dengan pemotor Yamaha Nmax bernopol AG-6331-UBN yang dikemudikan WSP (39) warga Rungkut, Surabaya.
Insiden tersebut menyebabkan MN terjatuh ke arah berlawanan. “Pemotor Vario diduga tidak menjaga jarak aman atau tidak hati-hati, sehingga terjadi kecelakaan dengan Motor Yamaha NMax yang berjalan searah di depannya,” ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.
Di saat bersamaan, truk kontainer melaju searah di sisi kanan. Tubuh MN terjerembab di aspal jalan dan langsung terlindas roda sisi kiri truk kontainer tersebut. Pengemudi truk kontainer ternyata tidak mengetahui insiden tersebut hingga akhirnya truk tetap melaju meninggalkan lokasi.
“Pemotor Vario jatuh ke kanan terlindas trailer tidak dikenal yang berjalan searah di samping kanannya dan setelah terjadi kecelakaan, truk tersebut meninggalkan TKP,” tambah AKP Supriono.
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti mengatakan bahwa Tim Medis Pemkot Surabaya, dibantu PMI dan Petugas Posko Terpadu Barat, mengevakuasi jenazah korban ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya. “Unit motor dilondisikan oleh Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, truk kontainer sendiri tidak termonitor di lokasi,” ujar Linda Novanti saat dihubungi TribunJatim.com.
Kecelakaan Serupa Terjadi Sebelumnya
Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026) pukul 16.45 WIB, terjadi kecelakaan maut lainnya di Jalan Mastrip, Kebraon, Karang Pilang, Surabaya. Korban adalah seorang pemotor yang diketahui berprofesi sebagai guru pendidikan anak usia dini (PAUD) berinisial MH (56). Diduga, korban terlibat kecelakaan dengan kendaraan truk. Namun, identitas pengemudi atau ciri truknya tidak diketahui karena truk tetap melanjutkan perjalanan.
Jenazah MH dievakuasi oleh Tim Medis Pemkot Surabaya ke RS Siti Khodijah, Sepanjang, Taman, Sidoarjo. Menurut AKP Supriono, korban melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di titik jalanan tepat depan pergudangan, korban diduga berusaha bermanuver mendahului bodi truk tersebut. Namun, di tengah manuver tersebut, korban diduga tidak memiliki ruang gerak yang cukup, sehingga terjadi kecelakaan dengan truk yang hendak didahuluinya.
“Motor Honda Beat sesampai di TKP hendak mendahului dari samping kanan, ruang gerak tidak bebas dan ruang gerak tidak cukup sehingga terjadi kecelakaan dengan truk berjalan dari searah di sampingnya, setelah terjadi kecelakaan truk nopol tidak diketahui meninggalkan TKP,” ujar Supriono saat dihubungi TribunJatim.com.
Data Kecelakaan di Surabaya Tahun 2025
Berdasarkan data yang dirilis oleh Satlantas Polrestabes Surabaya dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 mencapai 180 orang. Sementara itu, korban luka berat sejumlah 12 orang.
Data tersebut menunjukkan tren penurunan fatalitas kecelakaan sekitar satu persen dibandingkan tahun 2024, yakni jumlah korban meninggal dunia 182 orang. Namun, mengenai data kejadian kecelakaan pada sepanjang tahun 2025 cenderung meningkat dalam persentase 18 persen, dibanding setahun lalu.
Catatannya, tahun 2025 jumlah kecelakaan 1.762 kasus, sedangkan tahun 2024 sejumlah 1.488 kasus. “Kami mengedepankan (penindakan pelanggaran melalui) E-TLE. Demikian terhadap pelanggaran lalu lintas cukup fatal kami lakukan penilangan,” ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan di Mapolrestabes Surabaya, pada Rabu (31/12/2025).





