Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Pati
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan revitalisasi 90 satuan pendidikan di Kabupaten Pati. Proyek ini dilaksanakan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI. Peresmian berlangsung di SMP Negeri 8 Pati pada Minggu (12/4/2026).
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa seluruh proyek revitalisasi di Pati dengan anggaran tahun 2025 senilai lebih dari Rp67 miliar telah selesai 100 persen. “Revitalisasinya bervariasi mulai dari ruang kelas baru, laboratorium, hingga perpustakaan. Namun hampir semuanya mencakup perbaikan toilet karena itu merupakan prioritas Presiden,” ujar Mu’ti.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran program ini sebesar Rp11,4 triliun untuk skala nasional. Anggaran ini akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), wilayah terdampak bencana, serta sekolah dengan kerusakan berat.
Salah satu sekolah yang merasakan manfaat langsung program revitalisasi ini adalah SMP Negeri 1 Gembong. Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan rasa syukur karena gedung sekolahnya bisa diperbaiki. Dengan kucuran dana Rp3,336 miliar, sekolahnya kini memiliki fasilitas baru yang lengkap.
“Dulu sekolah kami memang sangat mengenaskan. Atap semua dibongkar karena kayunya keropos, lantai juga pecah-pecah karena akar pohon. Kondisi bangunan keropos semua dan baru kali ini direvitalisasi sejak 1983. Sekarang pembelajaran lebih aman dan nyaman, tercipta student wellbeing,” kata Istiana.
Masalah di SD Negeri Mencon
Namun di tengah kabar gembira peresmian tersebut, kabar duka datang dari SD Negeri Mencon, Kecamatan Pucakwangi yang dilaporkan roboh pada Minggu (12/4/2026) pagi akibat hujan lebat. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebut tidak ada korban jiwa karena insiden terjadi saat hari libur.
Dia menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat sekira 19 sekolah di Pati yang terdampak bencana dan banyak bangunan sekolah lama peninggalan era Inpres yang kondisinya memprihatinkan. Merespons kejadian di SD Negeri Mencon, pihaknya akan segera mengambil langkah preventif.
“Kami akan membentuk tim pada Senin (15/2/2026) untuk mengecek dan mengevaluasi seluruh kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Pati. Kami ingin memastikan kelayakan gedung agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terulang kembali,” tegas Chandra.
Tantangan dan Harapan
Program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, melainkan juga memacu kemajuan pendidikan Indonesia secara menyeluruh. Dengan adanya perbaikan infrastruktur, siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan dan kesejahteraan para peserta didik.
Selain itu, pemerintah juga harus terus memperhatikan kondisi bangunan sekolah yang masih rusak atau tidak layak. Dengan evaluasi berkala dan penanganan yang cepat, risiko kecelakaan atau kerusakan lebih besar dapat diminimalkan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, penting bagi pemerintah untuk terus berkomitmen dalam memberikan dukungan finansial dan sumber daya yang cukup. Dengan begitu, setiap sekolah di Indonesia, baik yang berada di daerah perkotaan maupun pedesaan, dapat memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.
