Pemilik klub Persik Kediri, Arthur Irawan, hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, untuk menyaksikan langsung pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persijap Jepara. Ia juga terlihat berbincang banyak dengan Direktur Persija, Mohamad Prapanca, setelah laga selesai.
Arthur Irawan, yang merupakan petinggi PT Astar Asia Global (AAG), sebuah perusahaan startup lokal yang bergerak dalam bidang pengembangan gim dan pemilik Persik Kediri, datang ke Stadion Utama GBK pada Sabtu (3/1). Pria yang juga mantan pesepak bola profesional itu duduk di tribune VVIP Stadion Utama GBK bersama para tamu lainnya. Kehadirannya menarik perhatian publik dan penggemar Persija.
Apalagi, Arthur juga kedapatan berbincang banyak dengan para petinggi Persija Jakarta, termasuk direktur klub Mohamad Prapanca. Awalnya mereka saling tegur sapa, kemudian memisahkan diri dengan petinggi Macan Kemayoran. Keduanya tampak berbicara serius. Tidak diketahui apa yang dibahas dalam perbincangan tersebut.
Arthur Irawan pun membeberkan alasan mengapa ia datang ke Stadion Utama GBK. Ia mengaku datang sebagai pencinta sepak bola, meski saat ini masuk dalam jajaran manajemen Persik Kediri.
“Saya emang tinggal di Jakarta, saya juga sempat membela Persija. Pastinya saya pendukung Persik Kediri, tapi untuk nonton pertandingan sepak bola yang bagus di GBK pasti suatu hal yang menarik ya, karena emang kan passion kita di sepak bola semuanya,” kata Arthur.
Pertemuan dan perbincangan Arthur dan Prapanca ini menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, dalam waktu dekat jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 akan dibuka. Tepatnya pada 10 Januari 2026.
Selain itu, saat ini juga ramai rumor soal pemain andalan sekaligus kapten Persik Kediri, Ezra Walian, yang menarik minat Persija Jakarta. Pertemuan keduanya pun semakin memunculkan spekulasi perihal hal tersebut.
Tapi ketika ditanya soal kemungkinan keduanya membahas bursa transfer, baik Arthur maupun Prapanca membantahnya. Mereka kompak mengatakan belum ada perbincangan apapun soal pemain untuk tim masing-masing.
“Belum ada, cuma sesama pencinta sepak bola lah. Lagi liburan, main nonton,” kata Prapanca.
“Belum, belum. Kita kan memang teman, jadi saling support lah,” timpal Arthur.
Prapanca dan Arthur mengatakan bahwa keduanya sebagai perwakilan manajemen, posisinya saat ini menunggu penilaian dan evaluasi dari pelatih masing-masing tim. Manajemen Persija dan Persik baru akan bergerak terkait pemain baru setelah berkoordinasi dengan tim pelatih.
