Penembakan Alireza Tangsiri oleh Israel dan Serangan Balasan Iran
Pada malam Rabu (25/3/2026), Israel mengklaim telah menewaskan Alireza Tangsiri, seorang komandan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Tangsiri tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh militer negaranya. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa Tangsiri adalah sosok penting dalam operasi pemasangan ranjau dan pemblokiran Selat Hormuz.
“Orang yang bertanggung jawab langsung atas operasi berupa pemasangan ranjau dan pemblokiran Selat Hormuz untuk pelayaran telah diledakkan dan dieliminasi,” kata Israel Katz dalam pernyataan video yang dirilis. Ia juga menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan operasi tepat sasaran yang menargetkan perwira senior komando angkatan laut Iran.
Serangan yang dilancarkan Israel terjadi pada dini hari sekira pukul 03.00 waktu setempat. Tidak hanya Alireza Tangsiri saja yang menjadi korban, melainkan sejumlah ajudannya juga diklaim turut tewas. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pihak Iran terkait klaim Israel tersebut.
Sementara itu, media Iran Tasnim melaporkan bahwa Angkatan Darat Iran mengklaim telah melakukan serangan drone terhadap pusat-pusat dukungan udara Israel, industri produksi drone, dan peralatan penting Mossad. Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa mereka telah melakukan serangan drone terhadap pusat pengembangan teknologi militer dan persenjataan Rafael, industri kedirgantaraan, serta fasilitas penerbangan dan dukungan untuk jet tempur rezim Israel di Pangkalan Udara Ben Gurion.
Dalam serangan tersebut, fasilitas pemeliharaan untuk jet tempur F-15 dan F-16 serta Israel Aerospace Industries (IAI) menjadi target. Perusahaan ini berfungsi sebagai pusat pengembangan dan penyedia peralatan untuk drone canggih seperti Heron dan Harop, satelit pengintai seri Horizon, dan peralatan penting untuk Mossad dan Shabak.
Selain itu, industri persenjataan Rafael, yang bertanggung jawab mengembangkan teknologi pertahanan udara mahal untuk rezim Israel, seperti Iron Dome, David’s Sling, dan sistem peperangan elektronik serta pengganggu untuk pesawat musuh, juga menjadi sasaran serangan drone militer.
Peran Alireza Tangsiri dalam Militer Iran
Alireza Tangsiri lahir pada tahun 1962 dan menjadi perwira angkatan laut Iran sejak 2018. Ia ditunjuk oleh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, menjadi komandan IRGCN pada 23 Agustus 2018. Selama karirnya di militer, Tangsiri pernah menjabat sebagai komandan brigade angkatan laut selama Perang Iran-Irak. Ia juga pernah memimpin Distrik Angkatan Laut ke-1 Korps Garda Revolusi Islam (IRGCN) di Bandar Abbas.
Tangsiri dikenal sebagai sosok yang memberikan pernyataan keras terhadap Amerika dan Israel. Ia pernah mengancam akan melakukan pembalasan terhadap fasilitas AS di wilayah Selat Hormuz. “Daftar target kami telah diperbarui. Fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika sekarang setara dengan pangkalan Amerika dan akan menjadi sasaran serangan penuh,” katanya saat itu.
Ia juga disebut sebagai orang yang memimpin penutupan Selat Hormuz. Sebelum serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu, Laksamana Alireza Tangsiri menegaskan bahwa pulau-pulau Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan benteng dan kapal induk yang tak dapat direbut siapa pun.
“Tugas pertahanan pulau-pulau dan seluruh kawasan Teluk Persia serta Selat Hormuz dipercayakan kepada Angkatan Laut IRGC,” ujar Tangsiri pada 26 Februari 2026. “Kami setiap tahun merencanakan latihan rutin untuk mempersiapkan diri menjamin keamanan kawasan strategis ini,” tambahnya.
