Ledakan di Pabrik Baja PT GWS, Satu Orang Tewas dan Dua Luka Berat

Pada hari Senin (6/4/2026), sebuah ledakan hebat terjadi di pabrik peleburan baja PT Great Wall Steel (GWS) atau Hani Jaya Steel yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa ini terjadi saat dua pekerja perusahaan sedang melakukan pemotongan besi tua. Akibatnya, tiga orang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.

Kronologi Ledakan

Menurut keterangan dari perwakilan PT GWS, Heri Prasetyo, HRD General Affair perusahaan tersebut, kejadian ini melibatkan tiga korban. Dua pekerja PT GWS yang sedang melakukan pemotongan besi tua mengalami luka berat setelah besi tersebut meledak. Sementara itu, seorang sopir dari perusahaan penyedia besi yang sedang beristirahat di sekitar 50 meter dari lokasi ledakan meninggal dunia akibat pecahan besi yang terpental.

Heri menjelaskan bahwa korban yang meninggal dinyatakan wafat saat dibawa ke rumah sakit. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap besi tua yang menjadi sumber ledakan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Proses Pemotongan Sesuai Prosedur

Heri menyatakan bahwa seluruh aktivitas pemotongan besi tua di pabrik tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku. Bahkan, para sopir dari luar perusahaan yang memasuki area pabrik diwajibkan mengenakan helm sebagai bagian dari langkah keselamatan kerja.

Ia juga menegaskan bahwa pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh terhadap korban serta warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat lontaran besi tua dari ledakan tersebut.

Penyelidikan oleh Polisi

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ledakan di pabrik baja PT GWS. Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur diturunkan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk membantu mengidentifikasi sumber ledakan.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Cristian Tobing, mengatakan bahwa penyidikan masih terus dilakukan. “Kita masih berusaha mengungkap semua terkait peristiwa ini, termasuk penyebab dan sebagainya. Dalam prosesnya, kita juga libatkan tim Jibom untuk olah TKP,” ujar dia.

Selain itu, tim SAR juga turut terlibat dalam proses evakuasi dan penyelidikan lanjutan di lokasi kejadian. Meski suara dentuman cukup kuat, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan rumah warga di sekitar lokasi.

Korban yang Terkena Dampak

Tiga orang menjadi korban dalam peristiwa ini. Satu korban dengan inisial R meninggal dunia, sedangkan dua lainnya, yaitu J dan Z, mengalami luka berat. Semua korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pendataan dampak insiden ini masih terus dilakukan untuk memastikan adanya kerusakan tambahan atau korban lainnya. Pihak perusahaan dan aparat kepolisian terus bekerja sama dalam upaya mencari kejelasan atas kejadian ini.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version