Pembunuhan mengerikan terjadi di Mojokerto, Jawa Timur. Seorang perempuan paruh baya bernama Siti Arofah (54) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di ruang tamu rumah kontrakan anaknya. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Rabu (6/5/2026) pagi di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto.
Kronologi Kejadian
Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh menantunya sendiri berinisial S (40). Selain membunuh mertuanya, pelaku juga melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya, Sri Wahyuni (35), hingga mengalami kondisi kritis. Kejadian ini berawal dari kecurigaan warga setempat terhadap pelaku.
Seorang Ketua RT setempat, M Suroto, melihat pelaku lewat depan rumahnya saat sedang membersihkan rumput. Ia melihat bercak darah di tangan pria tersebut. Pelaku mengatakan bahwa ia terkena pecahan kaca dan langsung pergi. Namun, kecurigaan Suroto semakin besar setelah melihat genangan darah di dalam rumah kontrakan pelaku.
Setelah mendatangi lokasi, Suroto melihat pintu rumah terkunci rapat dari dalam. Ia mencoba mengintip melalui celah di atas pintu dan melihat genangan darah di lantai. Ia segera melaporkan hal ini ke polisi.
Penemuan Korban
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan mendobrak pintu rumah yang terkunci. Di dalam rumah, petugas menemukan dua korban. Siti Arofah ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di ruang tamu, sementara Sri Wahyuni ditemukan di bagian belakang rumah dalam kondisi kritis.
Sri Wahyuni kini tengah menjalani perawatan intensif di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk menyelamatkan nyawanya. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan adanya peristiwa pembunuhan ini. Pihaknya segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB.
Pengejaran Pelaku
Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Mojokerto masih melakukan pengejaran terhadap pelaku S yang melarikan diri setelah kejadian. Polisi juga tengah mencari barang bukti senjata tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban.
Berdasarkan keterangan tetangga korban, Nur Aida (32), sebelum kejadian ia sempat melihat korban berjalan menuju rumah kontrakan yang ditempati menantu Siti Arofah. Jarak antara rumah korban dan kontrakan menantunya diketahui hanya sekitar 80 hingga 100 meter.
Saat itu, korban berniat memanggil anaknya, Sri Wahyuni (35), yang merupakan istri pelaku berinisial S, untuk memberi tahu adanya paket COD yang datang ke rumahnya. Korban masuk melalui pintu belakang lewat samping rumah Aida. Setelah itu, Aida kembali melanjutkan aktivitas di dalam rumah dan mandi.
Kondisi Korban
Di rumah kontrakan yang terdiri dari tiga kamar tersebut, Sri Wahyuni juga ditemukan menjadi korban penganiayaan. Ia ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di kamar bagian belakang, namun masih dalam keadaan sadar. Petugas bahkan harus mendobrak pintu kamar karena ruangan tersebut dikunci dari luar oleh pelaku.
Sementara itu, kerabat korban, Arifin (58), mengaku tidak menyangka bibinya menjadi korban tindakan brutal sang menantu. Diketahui, pelaku bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rumah kontrakan tersebut setelah sebelumnya sempat menetap bersama mertua. Sri Wahyuni dan pelaku berinisial S kemudian memilih tinggal mengontrak di dekat rumah orang tua mereka usai terlibat perselisihan.
Jenazah Siti Arofah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Kabupaten Sidoarjo, guna proses autopsi. Polisi masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan maut ini dan belum bisa memastikan apakah korban tewas akibat luka bacok atau penyebab lainnya.
