Mengungkap Efektivitas Visual dalam Teks Informasi

Materi mengenai menilai efektivitas visual pada teks informasi menjadi bagian penting dari mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 berdasarkan Kurikulum Merdeka. Materi ini dapat ditemukan dalam buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA kelas XII yang ditulis oleh Bambang Trimansyah, halaman 167-171.

Menurut penjelasan dalam buku yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022, menilai efektivitas visual melibatkan analisis terhadap pemilihan warna, tata letak, serta elemen pendukung visual lainnya. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana elemen-elemen tersebut membantu menyampaikan pesan atau topik tertentu dari teks naratif dan informasional yang memiliki tema baru dan kompleks.

Dalam bab “Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal”, terdapat dua infografik yang dirancang agar mudah dibaca dan dipahami. Setelah itu, siswa diminta membaca secara cermat laporan statistis yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam buku juga disertakan cuplikan dari buku “Statistik Sosial Budaya 2018” yang dikeluarkan oleh BPS dengan judul “Bab 5 Partisipasi pada Objek Pemajuan Kebudayaan”.

Siswa kemudian diminta mengamati Gambar 5.1 di dalam laporan, yang menampilkan grafik statistik menggunakan gradasi warna cokelat sebagai pembeda. Di halaman 171-172 buku Bahasa Indonesia kelas 12 Kurikulum Merdeka, terdapat soal Ayo Berlatih yang meminta siswa menilai teks laporan statistik dari BPS.

Penilaian Unsur Teks dan Grafik

Soal 1: Penilaian Terhadap Teks Laporan Statistik

Siswa diminta memberikan penilaian terhadap teks laporan statistik dengan mencentang pernyataan yang paling tepat, yaitu “Sangat Baik”, “Baik”, atau “Kurang Baik”. Berikut beberapa penilaian yang diberikan:

  1. Keterbacaan tipe dan jenis font:
  2. Sangat Baik
  3. Alasan: Jenis huruf sederhana, konsisten, dan formal sesuai dengan karakter laporan statistik. Ukuran font cukup jelas untuk dibaca dan tidak menyulitkan pembaca dalam memahami isi teks.

  4. Keterbacaan warna font:

  5. Baik
  6. Alasan: Warna teks utama gelap dengan latar terang, sehingga kontras tinggi dan mudah dibaca. Namun, beberapa teks berwarna hijau muda kurang tegas jika dibaca dalam waktu lama.

  7. Keterbacaan ikon di margin dan bagian judul pelari (running title):

  8. Baik
  9. Alasan: Ikon relevan dengan tema kebudayaan dan membantu memperkuat visual, meskipun ukurannya relatif kecil sehingga tidak terlalu menonjol.

Soal 2: Penilaian Terhadap Tampilan Grafik

Siswa juga diminta menilai tampilan grafik pada teks laporan statistik:

  1. Keterbacaan tipe dan jenis font pada huruf dan angka:
  2. Sangat Baik
  3. Alasan: Huruf dan angka jelas, proporsional, serta mudah dibaca, sehingga informasi dapat dipahami dengan cepat.

  4. Keterbacaan warna grafik:

  5. Baik
  6. Alasan: Warna grafik cukup kontras dan mampu membedakan kategori data, namun beberapa warna memiliki gradasi mirip sehingga memerlukan perhatian lebih saat membaca.

  7. Keterbacaan ikon pada grafik:

  8. Baik
  9. Alasan: Ikon mudah dikenali dan membantu pembaca memahami konteks data, walaupun ukurannya relatif kecil.

  10. Ketepatan ikon pada grafik:

  11. Sangat Baik
  12. Alasan: Ikon sesuai dengan kategori data seperti perkotaan, perdesaan, laki-laki, dan perempuan, sehingga mendukung pemahaman isi grafik.

Soal 3: Menemukan Kesalahan dalam Laporan

Siswa diminta menemukan kesalahan dalam laporan, antara lain:

a. Penggunaan tanda baca:
– Terdapat penggunaan tanda kurung yang tidak konsisten, misalnya penulisan (youtube, facebook, dsb) yang seharusnya diawali huruf kapital dan konsisten. Beberapa kalimat terlalu panjang dan sebaiknya dipisahkan dengan tanda titik.

b. Penulisan kata bentukan (berimbuhan):
– Kata “dipublikasikan” lebih tepat daripada “di publikasikan”. Kata “dilakukan” sebaiknya ditulis serangkai, bukan “di lakukan”.

c. Penulisan kata dalam bahasa asing:
– Kata “online/streaming” sebaiknya ditulis “daring/streaming” atau dicetak miring untuk menandai istilah asing. Kata “Focus Group Discussion” sebaiknya dicetak miring atau disertai padanan bahasa Indonesia.

Soal 4: Analisis Efektivitas Unsur Pendukung Desain

Siswa diminta bersama kelompok mencari laporan dari BPS berjudul “Statisik Pendidikan 2020” dan menganalisis efektivitas penggunaan unsur-unsur pendukung desain.

Analisis menunjukkan bahwa:

  1. Keterbacaan tipe dan jenis font: Sangat Baik.
  2. Alasan: Jenis huruf formal, sederhana, dan konsisten. Ukuran font proporsional sehingga memudahkan pembaca tanpa kelelahan visual.

  3. Keterbacaan warna font: Baik.

  4. Alasan: Warna kombinasi biru tua dan hitam di atas latar putih, kontras tinggi dan mudah dibaca. Namun, beberapa teks berwarna hijau dan biru muda kurang menonjol.

  5. Keterbacaan ikon di margin dan judul pelari: Baik.

  6. Alasan: Ikon relevan dengan tema statistik, tetapi ukurannya relatif kecil sehingga lebih bersifat dekoratif.

  7. Keterbacaan warna grafik: Baik.

  8. Alasan: Warna cukup kontras untuk membedakan kategori data, namun beberapa warna memiliki gradasi hampir serupa.

  9. Ketepatan ikon pada grafik: Sangat Baik.

  10. Alasan: Ikon sesuai dengan konteks data seperti pendidikan dan kependudukan, membantu pembaca mengaitkan data dengan kondisi nyata.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version