Peningkatan Kunjungan Wisatawan Asing ke Kota Malang di Tengah Musim Liburan
Pada pertengahan tahun 2026, Kota Malang mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan asing selama musim liburan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata kota tersebut sedang mengalami masa yang sangat dinamis dan positif.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang melaporkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menjelaskan bahwa Juli memang menjadi bulan puncak atau high season bagi sektor pariwisata Indonesia. Momentum ini bertepatan dengan libur sekolah serta berbagai agenda kegiatan yang diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur.
“Kalau Juli ini memang high season. Turis dari Tiongkok, Eropa, sampai Malaysia banyak yang masuk,” ujar Agoes Basoeki. Ia juga menambahkan bahwa tren peningkatan wisatawan asing mulai terlihat sejak Mei 2026, meskipun situasi geopolitik dunia sempat memanas.
Meski demikian, pasar wisata Kota Malang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Menurut data PHRI, sekitar 80 persen dari total pengunjung berasal dari dalam negeri. “Kurang lebih kenaikannya sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. Tetapi sekitar 80 persen tetap wisatawan Nusantara,” jelasnya.
Becak Listrik sebagai Alternatif Transportasi Wisata
Menyadari tingginya kunjungan wisatawan, PHRI Kota Malang sedang mencari solusi transportasi ramah lingkungan untuk mendukung aktivitas wisata di pusat kota. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah pengoperasian becak listrik sebagai moda wisata.
Agoes menjelaskan bahwa sebagian besar wisatawan asing menjadikan Kota Malang sebagai daerah transit sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi unggulan seperti Gunung Bromo, kawasan wisata Batu, Pantai Selatan, hingga kawasan heritage Kayutangan.
“Ada wisatawan asing yang mencari becak. Makanya saya teringat lagi janji soal becak listrik. Sekarang mereka naik bentor, padahal maunya becak listrik supaya yang memiliki becak juga bisa lebih berdaya,” ujarnya.
PHRI telah menerima informasi tentang rencana operasional becak listrik dari Pemkot Malang. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum terealisasi. Bahkan, enam hotel berbintang di Kota Malang menyatakan siap bermitra jika layanan becak listrik mulai dioperasikan.
“Kami sudah bicara dengan Pemkot. Ada enam hotel yang siap bermitra. Nantinya kami tawarkan becak untuk wisata heritage dan kuliner, termasuk ke museum, kawasan Jalan Ijen, alun-alun, hingga berhenti di Pasar Oro-Oro Dowo atau sekitar Stadion Gajayana,” katanya.
Tanggapan Wisatawan dan Kesiapan Hotel
Beberapa hotel yang telah menyatakan minat antara lain Hotel Aria Gajayana, Hotel Pelangi, Hotel Trio, Shalimar Hotel, serta Grand Mercure Malang. Agoes mengaku bahwa pihaknya telah mengirimkan foto-foto wisatawan yang mencari becak. Namun, ia masih kesulitan melacak keberadaan paguyuban becak listrik tersebut.
Di tempat terpisah, Bagas Putra, seorang wisatawan dari Tulungagung, mengatakan bahwa lokasi wisata di Kayutangan sangat bagus. Sayangnya, menurut dia, terlalu banyak kendaraan yang lalu-lalang.
“Suara kendaraan tidak pernah berhenti, tapi kalau naik becak mungkin bisa lebih hening,” ujarnya. Meski begitu, Bagas mengaku belum mengetahui adanya rencana pengoperasian becak listrik. Selama berada di Kota Malang, ia menggunakan kendaraan pribadi.
“Kalau memang ada becak, saya juga mau naik asal tarifnya juga tidak terlalu mahal,” tambahnya sambil tertawa.
Data Kunjungan Wisatawan di Awal Tahun 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, belum menjawab pertanyaan perihal program becak listrik. Ia hanya menjelaskan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Malang mulai awal Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan data yang ia bagikan, ada 17.643 wisatawan asing datang ke Kota Malang. Jumlah wisatawan lokal mencapai 1.456.302.
Tahun 2026 ini, Disporapar Kota Malang menargetkan 3.437.468 wisatawan. Hingga tutup semester 1 tahun 2026, capaiannya telah menyentuh angka 42,88 persen.
