Profil La Haruna dan Pengunduran Diri dari Jabatan Pemprov Sultra
La Haruna, seorang pejabat pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sultra. Pengunduran dirinya terungkap dalam pelantikan pejabat lingkup Pemprov Sultra yang dipimpin langsung oleh Gubernur Andi Sumangerukka (ASR).
Pelantikan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kompleks Bumi Praja Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Senin (19/01/2026). Dalam acara tersebut, Gubernur ASR melantik sebanyak 17 pejabat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi atau JPT Pratama atau Eselon II. Mereka terdiri dari kepala dinas (kadis), kepala badan (kaban), kepala biro (kabiro), serta Direktur Utama Rumah Sakit atau Dirut RS Bahteramas Sultra.
Namun, salah satu pejabat lainnya, yakni La Haruna, disebutkan mengundurkan diri. Hingga saat ini, alasan pasti pengunduran dirinya masih belum diketahui secara jelas. Dalam pelantikan ini, Gubernur ASR juga melantik Rony Yakob Laute sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sultra, yang menjadi pengganti La Haruna. Rony sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sultra.
Riwayat Karier La Haruna
La Haruna sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Sultra setelah dilantik oleh Gubernur ASR pada Senin, 26 Mei 2025 lalu. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Kadisbunhorti) Sultra selama sekitar 5 tahun, sejak dilantik pada 29 Agustus 2019 silam.
Sebelum menjadi pejabat di Pemprov Sultra, La Haruna pernah mengabdi di Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Busel. Pada 25 September 2020, La Haruna dikukuhkan menjadi Pejabat Sementara atau Pjs Bupati Kolaka Timur (Koltim). Empat tahun kemudian, dia dilantik menjadi Pj Bupati Buton, Selasa, 28 Mei 2024. Sebagai seorang birokrat dengan latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian (SP) dan Magister Sains (MSi), La Haruna menjabat sebagai Pj Bupati hingga 20 Februari 2025.
Daftar Pejabat yang Dilantik dan yang Mengundurkan Diri
Gubernur Sultra ASR melantik 17 pejabat eselon II yang terdiri dari kepala dinas, badan, biro, hingga Dirut RS. Sementara satu orang lainnya, yaitu La Haruna, mengundurkan diri. Berikut daftar lengkapnya:
- Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim): Haris Ranto
- Kepala Biro Umum Setda Sultra: Mukhtar
- Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sultra: Mahadir Muhammad
- Kepala Dinas Sosial (Dinsos): Parinringi
- Kepala Dinas Kesehatan Sultra: dr Andi Edy Surahmat
- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag): Sukanto Toding
- Direktur RSUD Bahteramas Sultra: dr Sukirman
- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD): Yuni Nurmalawati
- Kepala Dinas Pariwisata Sultra: Ridwan Badallah
- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP): La Ode Muhammad Nurjaya
- Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sultra: Martin Effendi Patulak
- Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD): Umikun Latifah
- Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Sultra: Mujahidin
- Kepala Dinas Kehutanan Sultra: Ardiansyah
- Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sultra: Pahri Yamsul
- Asisten Administrasi Umum Setda Sultra: Rony Yakob Laute
- Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM: Belli Harli Tombili
- La Haruna (mengundurkan diri)
Selain itu, Gubernur ASR juga menyerahkan SK kepada pejabat Plt yang ditunjuk bersamaan pelantikan tersebut, antara lain:
- Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra: Panca Widya
- Plt Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra: Tomy Putra Alamsyah
- Plt Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda): Laode Mubuk
- Plt Direktur RS Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo: dr Agus Purwohidayat
- Plt Kepala Biro Organisasi Tata Laksana (Ortala): Wawan Arianto
- Plt Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo): Andi Syahrir
Dalam arahannya, Gubernur ASR meminta para pejabat yang diberikan amanah untuk tidak tergesa-gesa mengambil kebijakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di internal organisasi. Ia menyarankan agar mereka melakukan evaluasi dan memahami persoalan sebelum menentukan langkah. “Jika bekerja dengan baik, tidak perlu khawatir. Alam akan menyeleksi dengan sendirinya. Semua ini adalah ketentuan Tuhan, tidak ada yang kebetulan,” jelasnya.
