Alun-Alun Kembangjoyo yang Tenggelam dalam Kesedihan

Di tengah kesedihan dan keheningan, sebuah kisah harapan mulai muncul dari Alun-Alun Kembangjoyo Pati. Pada Rabu sore (1/4/2026), suasana di area ini terlihat lengang dan penuh dengan tanda-tanda kekacauan. Di beberapa sudut, kios-kios yang tidak beroperasi lagi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Atap yang mulai keropos dan rangka besi tua menjadi pemandangan umum. Rumput liar pun mulai tumbuh tinggi di sela-sela paving, mencerminkan keadaan yang semakin memburuk.

Namun, di tengah situasi yang suram tersebut, sebuah papan penanda bertuliskan “Lapak Jadul Ma’e” tampak mencolok. Alunan obrolan hangat dan aroma sedap menyeruak dari warung sederhana berdinding anyaman bambu tersebut. Warung ini adalah tempat di mana tiga seniman, yaitu Retno Septi Anggrahenie (Mak Batok), Endang Sri Asih (Mak Susur), dan Triyono (Lek Kribo), memilih untuk “nekat” membuka lapak di sana.

Misi Mengangkat Kuliner Tradisional

Lapak Jadul Ma’e bukan sekadar tempat makan. Mak Batok menjelaskan bahwa misi utama mereka adalah mengangkat kembali kuliner tradisional khas Pati yang mulai langka. Meskipun Soto Kemiri dan Nasi Gandul sudah populer, mereka ingin mengenalkan makanan tempo dulu yang asli khas Pati. Salah satu contohnya adalah Sego Jagung Brabuk khas Pati Selatan.

Menu yang disajikan sangat autentik, mulai dari Sego Jagung, Bothok Yuyu (kepiting sungai), Bothok Udang Kali, hingga Pepes Wader. Mereka juga berencana menghadirkan menu yang sudah hampir punah seperti Tebu Telur dan Ayam Kodok—olahan ayam yang dibentuk menyerupai otak-otak.

Keberanian untuk Berubah

Ketika ditanya mengenai alasannya berjualan di lokasi yang sepi dan memprihatinkan, Mak Batok menjawab dengan seloroh khas seniman. Ia mengatakan bahwa ketiganya adalah orang nekat. “Kalau enggak ada yang berani, kapan lagi? Siapa lagi? Kalau enggak ada yang mendahului, (Alun-Alun Kembangjoyo) akan tetap begini terus,” tegasnya.

Keputusan ini didasari atas rasa kepedulian bersama Ketua Paguyuban PKL setempat, Thukul, untuk menghidupkan kembali perekonomian di sini. Meski baru beroperasi selama satu pekan, respons masyarakat ternyata luar biasa. Promosi melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok membuat banyak warga yang sengaja datang meski lokasi alun-alun sedang sepi.

Harga yang Terjangkau dan Pengalaman Unik

Salah satu daya tarik utama Lapak Jadul Ma’e adalah harganya yang sangat terjangkau. Mak Batok menyebutnya sebagai “Harga Banderol Ndeso”. Contohnya, Sego Jagung Rp5.000, Pepes Wader Rp5.000, Minuman Tradisional (Kunyit Asam/Kembang Telang) Rp3.000 – Rp5.000. “Pokoknya maksimal lima ribu rupiah, sangat terjangkau,” jelas wanita yang sehari-harinya juga berprofesi sebagai guru di SLB ini.

Karena profesi mereka sebagai pengajar dan aktivitas lainnya, Lapak Jadul Ma’e hanya buka setiap Sabtu hingga Rabu, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pada hari Kamis dan Jumat, mereka memilih libur untuk fokus pada tugas mengajar dan beristirahat.

Pengalaman yang Tak Terlupakan

Untoro, salah satu pembeli yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja datang karena rasa penasaran setelah melihat unggahan di media sosial. Ia merasa terkejut menemukan kuliner unik di tengah suasana alun-alun yang kini jauh berbeda dari masa kejayaannya dulu.

Menurutnya, penggunaan material alami pada bangunan warung memperkuat kesan tradisional yang jarang ditemukan di pusat kota. Meski menawarkan rasa yang enak dan pengalaman yang unik, Untoro menegaskan bahwa harga makanan di Lapak Jadul Ma’e sangat terjangkau. Hal ini menjadi poin penting baginya untuk tetap bisa menikmati kuliner berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Harapan untuk Kembali Berjaya

Kehadiran Lapak Jadul Ma’e dengan menu-menu lawasnya terbukti mampu menarik kembali langkah warga seperti Untoro untuk mengunjungi Alun-Alun Kembangjoyo, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan yang sempat terlupakan tersebut.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version