Momentum Refleksi dan Capaian Pembangunan Kota Surabaya

Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang sekaligus capaian pembangunan yang telah diraih oleh Kota Pahlawan. Dalam upacara yang berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan berbagai keberhasilan pembangunan yang lahir dari semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila yang hidup di tengah masyarakat.

Armui menegaskan bahwa kekuatan utama Surabaya bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan pada budaya gotong royong yang tumbuh dari lingkungan kampung hingga ruang-ruang pelayanan publik. Ia menilai berbagai capaian pembangunan saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga Surabaya.

Kampung Pancasila Jadi Fondasi Kemajuan Surabaya

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Armuji menekankan bahwa peringatan HJKS bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, hari jadi kota harus dimaknai sebagai pengingat akan jati diri Surabaya yang dibangun atas persatuan seluruh elemen masyarakat. “Surabaya bukan hanya peringatan bertambah usia kota. Hari ini adalah momentum untuk merayakan kembali jati diri Surabaya sebagai kota yang berdiri kuat karena persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui budaya saling membantu, pelayanan publik yang responsif, serta kepedulian sosial antarwarga telah menjadi fondasi pembangunan kota. “Di Kampung Pancasila, warga saling menolong ketika ada tetangga yang membutuhkan, pemerintah hadir melayani, dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Di situlah Pancasila bekerja,” katanya.

Indikator Pembangunan yang Menunjukkan Tren Positif

Semangat tersebut tercermin dalam berbagai indikator pembangunan yang terus menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya yang mencapai 85,65 pada tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Selain itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,87 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp830,54 triliun. Kinerja ekonomi tersebut diikuti kondisi inflasi yang terkendali pada angka 2,96 persen. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,56 persen dari sebelumnya 3,96 persen.

Penguatan Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Surabaya kini memiliki tiga rumah sakit umum daerah yang melayani masyarakat. Layanan kesehatan juga diperkuat melalui program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans di setiap wilayah, 63 puskesmas dengan integrasi layanan primer, serta 2.191 posyandu keluarga. Penguatan layanan tersebut berkontribusi pada keberhasilan menekan prevalensi stunting hingga 0,59 persen pada tahun 2025.

Pada bidang pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak. Sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah memberikan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 16.801 siswa SMA, SMK, dan MA serta 5.874 mahasiswa. Selain itu, empat Rumah Anak Prestasi terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan bakat dan kreativitas generasi muda.

Infrastruktur dan Pengelolaan Lingkungan

Pemerintah Kota Surabaya juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Dalam pengelolaan sampah, Surabaya berhasil mengurangi timbulan sampah hingga 168,62 ton per hari melalui pengoperasian TPS 3R dan rumah kompos. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sekitar 11 megawatt.

Di sektor pengendalian banjir, sepanjang 2025 Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru untuk mengurangi genangan. Untuk mendukung kualitas permukiman, sebanyak 11.294 rumah tidak layak huni telah diperbaiki. Hingga 2025, jumlah penerangan jalan umum yang terpasang juga mencapai 123.306 titik di seluruh wilayah kota.

Tantangan yang Masih Harus Diatasi

Meski berbagai capaian berhasil diraih, Armuji mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, mulai dari perubahan ekonomi global, pengelolaan sampah, kemiskinan, hingga dampak perubahan iklim. “Surabaya harus menjadi rumah bersama yang aman, rukun, dan membahagiakan bagi semua. Pancasila harus menjadi kekuatan pemersatu kita, gotong royong menjadi cara kerja kita, dan keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan kita. Dengan Pancasila yang kuat, Surabaya akan semakin hebat,” katanya.

Usai upacara, rangkaian HJKS ke-733 dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Armuji. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, sebagai simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Kota Pahlawan. Syaifuddin turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang menjadi identitas Surabaya sejak dahulu.

Peringatan HJKS ke-733 juga diwarnai pembacaan sejarah berdirinya Kota Surabaya serta penampilan Panji Surya Sembada sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan penguatan semangat kebersamaan dalam membangun Surabaya yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version