Pantai Kelapa Warna Terpantau Sepi Pengunjung di Libur Tahun Baru
Pantai Kelapa Warna yang terletak di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian pengunjung. Namun, pada hari ke tiga libur tahun baru 2026, pantai ini terpantau sepi pengunjung. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 98,3 kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung dan hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam 37 menit.
Selain itu, jarak dari Jalan Raya Panyaungan menuju lokasi Pantai Kelapa Warna diperkirakan hanya sekitar 20 meter. Pantai ini dikenal dengan suasana alaminya yang masih asri, dengan banyak pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang pesisir. Terdapat juga berbagai spot foto estetik yang menarik, termasuk miniatur Menara Eiffel yang dibuat oleh warga setempat untuk menarik minat pengunjung.
Pengunjung yang Datang Sedikit
Dari pantauan di lokasi, hanya terlihat beberapa orang pengunjung yang sedang menikmati suasana pantai. Tempat duduk yang disediakan juga tampak kosong. Bahkan kendaraan roda dua maupun roda empat yang ada di area parkir terhitung sedikit.
Koharudin, pengelola wisata Pantai Kelapa Warna, menyampaikan bahwa kondisi pengunjung saat ini sangat sepi sejak memasuki libur Nataru 2025/2026. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengunjung tercatat hanya 570 orang sejak tanggal 25 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Di hari pertama bulan Januari, hanya 105 pengunjung yang datang ke sini.
“Baru 570 wisatawan yang datang ke sini. Kalau tahun lalu hari pertama itu membeludak, tapi tahun ini turun banget. Cuma 105 pengunjung yang datang di hari pertama,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan wisatawan di Nataru 2025/2026 mengalami penurunan sebesar 70 persen dibandingkan Nataru 2024/2025. “Kalau dihitung-hitung jauh dari tahun lalu, 70 persen lah turun,” ujarnya.
Penyebab Kunjungan Wisatawan Menurun
Menurut Koharudin, faktor utama penurunan kunjungan wisatawan ke Pantai Kelapa Warna adalah cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Ia mengatakan bahwa adanya isu cuaca tinggi dan tsunami membuat masyarakat enggan berkunjung.
“Kita dapat di grup WhatsApp adanya cuaca yang sangat tinggi dan isu tsunami. Tapi mungkin bisa juga faktornya karena hujan terus-menerus,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan ke pantai tahun ini hampir semua tempat wisata di Lebak Selatan mengalami sepi. “Temen-temen penggiat wisata Lebak Selatan mejalani hal yang sama. Karena kami selalu update laporan terkini dari masing-masing destinasi wisata,” ujarnya.
Pengelolaan Fasilitas dan Tenaga Kerja
Jumlah Balawista yang ada di wisata Pantai Kelapa Warna hanya dua orang. “Ada dua orang, kalau dulu bisa lima sampai tujuh orang petugas Balawista di sini. Ya karena tadi itu sepi,” katanya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk terus mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lebak. “Harapannya bisa lebih giat mempromosikan khususnya di Lebak Selatan. Dan lainya, kami mohon support fasilitas yang ada di Kelapa Warna ini,” ucapnya.
“Karena kenapa? Karena meskipun kecil kami bayar pajak, tapi belum pernah ada fasilitas yang diberikan Pemda kepada kami,” sambungnya.
