Liga Persik 2026: Jalur Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Kediri Raya

Liga Persik 2026 tidak hanya sekadar ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi jalur pembinaan terstruktur yang bertujuan untuk mengembangkan pemain muda di Kediri Raya menuju level profesional. Inisiatif ini digagas oleh Persik Kediri bekerja sama dengan Accurate Professional Performance Analysis (APPA) dan Universitas Nusantara PGRI Kediri. Selain itu, kolaborasi ini juga didukung oleh PSSI Kota Kediri dan PSSI Kabupaten Kediri.

Liga ini dirancang untuk menciptakan sistem kompetisi berkelanjutan bagi akademi dan sekolah sepak bola (SSB) di wilayah Kediri. Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, menegaskan bahwa Liga Persik merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat dan berjenjang di daerah. Ia menilai bahwa pembinaan usia dini menjadi kunci utama dalam mencetak pemain berkualitas di masa depan.

“Liga Persik adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong seluruh elemen sepak bola di Kediri Raya agar bisa mencapai level tertinggi mereka. Pembinaan usia dini adalah fondasi penting bagi masa depan sepak bola,” katanya, Minggu (19/4/2026).

Selain fokus pada pemain, kompetisi ini juga menjadi ruang pengembangan bagi pelatih dan ofisial agar semakin siap menghadapi standar profesional. Dengan demikian, seluruh elemen dalam ekosistem sepak bola turut berkembang secara bersamaan.

Rencananya, Liga Persik akan diikuti 12 akademi atau SSB setiap musimnya. Pertandingan akan digelar di Kota dan Kabupaten Kediri dengan semangat inklusivitas yang mengusung slogan Persik sebagai klub milik bersama tanpa batas.

“Sepak bola bukan hanya soal bermain 90 menit. Di dalamnya ada proses belajar bersama, tumbuh bersama, dan menjunjung fair play. Kami ingin Liga Persik memberi inspirasi bagi semua pihak,” tambah Farina.

Kompetisi perdana dijadwalkan mulai bergulir pada 23 Mei 2026 di Kota Kediri. Ajang ini diharapkan menjadi panggung awal bagi pemain muda untuk menunjukkan potensi terbaik mereka.

Muncul Pemain Bertalenta Asal Kediri

Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai Liga Persik sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi sepak bola sekaligus membangun karakter generasi muda melalui olahraga.

“Liga Persik Kediri merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi sepak bola Kota Kediri, khususnya pembinaan usia muda. Kami berharap lahir pemain-pemain muda asli Kediri yang bertalenta, berkarakter, dan menjunjung sportivitas,” ungkapnya.

Dari sisi teknologi, CEO APPA Sport, Razan Mahrani, menyebut setiap pemain akan mendapatkan data statistik individu dan rekaman pertandingan. Fasilitas ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung proses seleksi menuju EPA Super League 2026/2027.

Dukungan juga datang dari Ketua PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, serta Plt Ketua PSSI Kabupaten Kediri, Purwanto. Keduanya berharap kompetisi ini mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi pemain usia remaja sekaligus melahirkan kembali talenta-talenta unggulan dari Kediri.

Visi Jangka Panjang Liga Persik

Liga Persik 2026 memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pusat pengembangan sepak bola yang berkelanjutan. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan dapat membuka jalan bagi pemain muda untuk berkembang secara profesional. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatih dan ofisial yang akan menjadi tulang punggung sepak bola di Kediri.

Pemilihan lokasi pertandingan di Kota dan Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen untuk menjaga inklusivitas dan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan slogan “Persik sebagai klub milik bersama tanpa batas”, Liga Persik ingin menunjukkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Peran Teknologi dalam Pengembangan Pemain

Teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam Liga Persik 2026. Setiap pemain akan diberikan akses ke data statistik individu dan rekaman pertandingan. Hal ini tidak hanya membantu dalam evaluasi performa pemain, tetapi juga menjadi alat pendukung dalam proses seleksi menuju kompetisi yang lebih tinggi, seperti EPA Super League 2026/2027.

Dengan dukungan teknologi, pelatih dan ofisial dapat melakukan analisis yang lebih mendalam terhadap performa pemain. Ini akan membantu dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemain.

Kesimpulan

Liga Persik 2026 merupakan inisiatif yang sangat penting dalam membangun fondasi sepak bola di Kediri Raya. Dengan fokus pada pembinaan usia dini, pengembangan pelatih, dan pemanfaatan teknologi, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang siap berkompetisi di level nasional maupun internasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PSSI dan universitas, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan visi ini.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version