Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK Terhadap Wali Kota Madiun

Kepolisian Anti-Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun, Maidi, bersama 14 orang lainnya di Kota Madiun pada hari Senin (19/1/2025). Operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan tertutup terkait kasus yang sedang ditangani oleh lembaga anti-korupsi tersebut. Dari total 15 orang yang ditangkap, sembilan di antaranya dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Jubir KPK, Budi Prasetyo, penangkapan terhadap belasan orang itu diduga berkaitan dengan fee proyek dan dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun. Selain itu, tim penyidik juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Latar Belakang Karier Wali Kota Madiun

Wali Kota Madiun, Maidi, memiliki latar belakang sebagai seorang pendidik sebelum memasuki dunia politik. Ia mulai karier profesionalnya sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun pada periode 1989 hingga 2002. Dedikasinya di dunia pendidikan membuatnya dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Madiun pada tahun 2002.

Di tahun yang sama, ia beralih ke dunia birokrasi dengan diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Karier Maidi terus melesat hingga ia menjabat sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setahun kemudian.

Keahlian Maidi dalam mengelola administrasi pemerintahan membuatnya dipercaya memegang berbagai posisi strategis di Pemkot Madiun, di antaranya:

  • Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005)
  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2006)
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun (2009–2018)

Jabatan Sekda yang diembannya selama hampir 9 tahun menjadi batu loncatan bagi Maidi untuk maju dalam kontestasi Pilkada. Ia tercatat menjabat sebagai Wali Kota Madiun untuk dua periode, yakni 2019–2024 dan 2025–2030.

Visi dan Misi Selama Menjadi Wali Kota Madiun

Selama menjabat, Maidi dikenal dengan konsep pembangunan Pancakarya. Visi ini bertujuan mewujudkan Madiun sebagai Kota Pendekar (Pintar, Melayani, Membangun, PeDuli, Terbuka, dan Karismatik).

Beberapa terobosan yang pernah dilakukan di bawah kepemimpinannya meliputi:

  • Pahlawan Religi Center (PRC): Pengembangan infrastruktur ikonik di pusat kota
  • Digitalisasi Pendidikan: Program pembagian laptop gratis bagi siswa dan guru
  • Peceland: Pengembangan destinasi kuliner untuk memperkuat identitas daerah
  • Kesehatan: Inisiasi program Pendekar Obat dan Pendekar Waras saat pandemi Covid-19

Riwayat Pendidikan dan Pengalaman Organisasi

Maidi merupakan sosok yang sangat mementingkan pendidikan. Ia memiliki deretan gelar akademis dari berbagai disiplin ilmu:

  • S1 Geografi (IKIP Surabaya, 1985)
  • S1 Ilmu Hukum (Universitas Merdeka Madiun, 1996)
  • S2 Manajemen (Universitas Satyagama Jakarta, 1999)
  • S2 Teknologi Pendidikan (Universitas PGRI Adi Buana, 2002)
  • S3 Administrasi Publik (Universitas Terbuka Surabaya, 2023)

Selain di pemerintahan, Maidi juga aktif di organisasi profesi dan sosial. Ia pernah menjadi pengurus PGRI (2000–2005), Ketua KORPRI Kota Madiun (2009–2018), serta aktif di Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Madiun.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version