Makam Suzzanna di Magelang yang Menyimpan Misteri
Makam Suzzanna, legenda film horor Indonesia, di Magelang menjadi perhatian banyak orang karena tidak mencantumkan tanggal kematian. Hal ini memicu rasa penasaran publik dan menambah aura misteri yang melekat pada sosok sang ratu horor.
Meski telah 18 tahun berlalu sejak kepergiannya, berbagai misteri seputar kematian Suzzanna masih belum terungkap. Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah nisan makamnya yang tidak memiliki tanggal wafat. Fakta ini memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan dari para penggemarnya.
Makam Suzzanna terletak di Magelang, Jawa Tengah. Tempat peristirahatan terakhirnya sering dikunjungi oleh peziarah yang ingin mengenang sosok sang aktris sekaligus mencari tahu kebenaran di balik misteri tersebut. Ternyata, ada cerita unik di balik nisan tanpa tanggal itu.
Pada tahun 2018 lalu, Clift Sangra, mantan suami Suzzanna, sempat mengungkap alasan di balik kejanggalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal itu bukanlah tanpa sebab, melainkan berkaitan dengan keinginan Suzzanna semasa hidupnya.
Menurut Clift, sebelum Suzzanna meninggal dunia, ia sudah meminta agar makamnya dipersiapkan. Permintaan itu pun akhirnya dipenuhi, termasuk konsep nisan yang kini menjadi sorotan. Meski demikian, tidak dijelaskan secara gamblang mengapa tanggal kematian tidak dicantumkan.
Hal inilah yang kemudian membuat kisah Suzzanna semakin diselimuti aura misteri, bahkan setelah ia tiada. Publik hingga kini masih bertanya-tanya, apakah ada makna khusus di balik nisan tanpa tanggal tersebut, atau justru menjadi bagian dari kisah mistis yang melekat pada sosok sang ratu horor?
“Itu sebelum, 2 tahun sebelum Suzzanna meninggal, itu makam sudah dibangun. Permintaan Suzzanna 2 tahun sebelum Suzzanna meninggal, minta tolong bikinin kuburan buat saya seperti ini,” jelas Clift dalam program Rumpi No Secret, Trans TV.
Bahkan, Suzzanna menggambar sendiri bentuk kuburan yang diinginkannya. Ia menggambarnya di kertas HVS dan secara spesifik meminta keramik coklat dan batu kali sebagai pondasi makamnya kelak.
“Dia minta kertas HVS, dia (almarhumah Suzzanna) gambar, saya mau di atasnya ada keramik warna coklat, di bawahnya batu-batu kali, tulisannya seperti ini,” jelas Clift.
Mantan suami Suzzanna yang kini sudah menikah lagi itu mengutarakan bahwa 2 tahun sebelum Suzzanna meninggal, posisi makam sudah ditentukan. Proses pemakaman pun berjalan lebih cepat lantaran petugas tinggal mengangkat lempengan makam.
“Keramik sudah dipasang 2 tahun sebelum (Suzzanna) meninggal. 2 tahun sebelum meninggal posisinya sudah seperti itu, jadi begitu meninggal lempengan di atas diangkat lalu peti mati diturunin, ditutup lagi, disemen lagi. Jadi itu seperti sudah dipersiapkan,” lanjutnya lagi.
Clift kemudian memberikan penjelasan soal tanggal kematian Suzzanna. Lantaran sudah dibuat terlebih dulu, akhirnya tanggal itu pun tak dituliskan di nisan.
“Dulu itu (keramik kuburan) sudah digrafir, kan belum meninggal, jadi (tanggal kematian) dikosongin aja dulu,” cerita Clift.
“Pada saat itu kita nggak terpikir, ya udah nanti kalau udah meninggal baru ditulis,” lanjutnya lagi.
Setelah Suzzanna meninggal pada 15 Oktober 2008 lalu, Clift memanggil tukang grafir untuk mengukir di nisan sang istri. Proses itu pun sempat mengalami kendala.
“Begitu meninggal, saya panggil tukang grafirnya, pak tolong ditulis tanggalnya 15 Oktober meninggal,” jelas Clift.
“Pak, nggak ada listrik di kuburan, grafirnya gimana. Nggak bisa pak saya butuh listrik,” cerita Clift yang menirukan jawaban si tukang grafir saat itu.
Suzzanna diketahui meninggal karena komplikasi diabetes yang sudah dideritanya selama 30 tahun lamanya. Melansir Kompas.com, hal itu diungkapkan oleh hasil visum dan identifikasi jenazah dari dua dokter pribadi sang ratu horor dan Kepolisian Magelang.
Melansir Kompas TV, sempat ada beberapa kejanggalan dalam kematiannya kala itu. Saat itu, keluarga dan orang-orang baru mengetahui bahwa Suzzanna berpulang setelah ia dimakamkan. Bahkan, tak ada misa ataupun doa di kediaman Suzzanna. Putri Suzzanna, Kiki Maria pun sempat ingin membawa kasus kematian ibunya ke jalur hukum lantaran Kiki curiga dirinya tak diberitahu atas kematian sang ibu.
“Bila perlu dengan menempuh langkah hukum,” katanya kala itu, dilansir dari Antara.
Jenazah Suzzanna dikuburkan di TPU Giriloyo pada Kamis, 16 Oktober 2008 pagi dengan cara sederhana, sesuai dengan pesan mendiang kepada Clift Sangra.
