Puasa Tasu’a, Keistimewaan dan Manfaatnya dalam Bulan Muharram

Puasa Tasu’a sering dianggap sebagai salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Muharram. Meskipun begitu, banyak orang masih kurang memahami alasan di balik anjuran tersebut serta keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Bulan Muharram sendiri merupakan bulan yang sangat dimuliakan dalam agama Islam. Banyak amalan ibadah, termasuk puasa sunnah, memiliki nilai pahala yang istimewa ketika dilakukan pada waktu ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih dalam mengenai puasa Tasu’a dan manfaatnya bagi umat Muslim.

Mengapa Puasa Tasu’a Disunnahkan?

  1. Puasa Terbaik Setelah Puasa Ramadan

    Puasa Tasu’a dan puasa Asyura termasuk dalam puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Keduanya dilaksanakan di bulan Muharram, yang disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah), yaitu bulan Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”

  2. Dilaksanakan di Bulan Mulia (Al-Asyhurul Hurum)

    Bulan Muharram termasuk dalam al-asyhurul hurum, yaitu empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk berpuasa sunnah.

    Hadits dari Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah menyebutkan:

    “Berpuasalah di bulan Ramadan dan tiga hari setelahnya, dan berpuasalah di bulan-bulan suci.”

  3. Pahala Puasa Sehari Setara dengan 30 Hari

    Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Barang siapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun, dan barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka ia akan mendapatkan pahala berpuasa 30 hari untuk setiap hari ia berpuasa.”

    Hal ini menunjukkan bahwa meski hanya dilakukan satu hari, puasa Tasu’a tetap bernilai besar dan tidak boleh dilewatkan.

  4. Menyempurnakan Puasa Asyura dan Membedakan dari Kaum Lain

    Puasa Tasu’a dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura, yakni pada tanggal 9 Muharram. Tujuan dari puasa ini adalah untuk menyempurnakan puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura sebagai bentuk perbedaan dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10 Muharram.

Sejarah Puasa Tasu’a

Berdasarkan hadits Imam Bukhari, saat Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, Beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Penasaran, Beliau bertanya:

“Hari apa ini?”

Mereka menjawab,

“Hari yang baik, ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Nabi Musa pun berpuasa sebagai ucapan syukur.”

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda:

“Kami (kaum Muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.”

Lalu Beliau memerintahkan sahabat untuk berpuasa pada hari itu.

Puasa Asyura awalnya diperingati oleh umat Yahudi untuk mengenang penyelamatan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa umat Islam juga berhak melestarikan dan menyempurnakan syariat Nabi Musa melalui puasa pada hari yang sama. Namun, agar tidak sama dengan kaum Yahudi, Nabi SAW menambahkan satu hari sebelum Asyura, yaitu tanggal 9 Muharram, yang dikenal dengan puasa Tasu’a.

Kapan Puasa Tasu’a 2026?

Berdasarkan penjelasan di atas, puasa Tasu’a dilaksanakan sehari sebelum Hari Asyura, yakni pada tanggal 9 Muharram. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, puasa Tasu’a tahun ini akan jatuh pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Niat Puasa Tasu’a

Berikut ini adalah niat puasa Tasua:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin minyaumi tasuu-‘aa-in sunnatan lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.”

FAQ tentang Puasa Tasu’a

  • Apakah niat Puasa Tasu’a harus diucapkan?

    Tidak harus diucapkan. Niat di dalam hati sudah cukup, sebagaimana niat puasa sunnah lainnya.

  • Apakah Puasa Tasu’a sama dengan Puasa Asyura?

    Tidak. Puasa Tasu’a dilakukan tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

  • Bolehkah hanya berpuasa Tasu’a tanpa Asyura?

    Boleh, namun lebih utama jika digabung dengan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Dengan mengetahui keutamaan dan keistimewaannya, Mama dapat mempertimbangkan puasa ini sebagai salah satu amalan sunnah yang penuh pahala dan bernilai ibadah. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya, Ma!

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version