Potensi Wisata Internasional di Kota Dumai

Kota Dumai, yang berada di Provinsi Riau, memiliki potensi besar sebagai lokasi penyelenggaraan agenda wisata internasional. Hal ini didukung oleh lokasi strategisnya yang dekat dengan wilayah Malaka, Malaysia. Dengan posisi geografis yang demikian, kota ini menjadi titik penting untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

Pengaktifan kembali izin operasional Bandara Pinang Kampai Dumai menjadi langkah penting dalam memaksimalkan potensi tersebut. Asosiasi Perusahaan Tour dan Travel Indonesia (ASITA) Riau mengajak maskapai penerbangan untuk membuka rute penerbangan menuju bandara tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Ketua ASITA Riau, Dede Firmansyah, menyatakan bahwa Dumai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan pusat kegiatan berskala nasional maupun internasional. Namun, ia menilai perlu adanya dukungan konektivitas udara yang memadai.

“Dulu sebelum pandemi, sudah ada rute penerbangan Dumai–Batam dan Dumai–Medan, bahkan Dumai–Jakarta via Halim Perdana Kusuma oleh TransNusa. Artinya, secara pasar sebenarnya sudah pernah terbentuk,” ujarnya.

ASITA Riau juga berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Dumai untuk membahas strategi pengembangan pariwisata dan konektivitas udara. Menurut Dede, kolaborasi antara asosiasi, maskapai, dan pemerintah daerah menjadi kunci kebangkitan operasional bandara tersebut.

Dia menambahkan bahwa posisi geografis Dumai yang berdekatan dengan Malaysia menjadi nilai tambah tersendiri. Ke depan, ia berharap dapat melibatkan negara tetangga seperti Malaysia dan Malaka dalam berbagai agenda atau event di Dumai.

“Dumai ini dekat dengan Malaysia. Kalau banyak event internasional digelar, tentu sangat potensial menarik wisatawan mancanegara. Rute pendek internasional seperti ke Subang atau Malaka bisa jadi peluang,” ujarnya.

Selain itu, akses darat Dumai–Pekanbaru yang kini semakin mudah melalui jalan tol juga menjadi faktor pendukung. Meski begitu, Dede mengakui masih terdapat keterbatasan pada sisi infrastruktur bandara Dumai, terutama panjang runway hanya mencapai 1.800 meter yang memengaruhi jenis pesawat yang bisa beroperasi.

“Pesawat jenis ATR itu kapasitasnya sekitar 78–80 penumpang dan cocok di Bandara Dumai. Kalau event-event besar rutin digelar dan mendatangkan banyak wisatawan, tentu potensi pengembangannya besar. Karena itu kami juga akan mengajak maskapai seperti TransNusa dan Wings Air untuk melihat peluang ini,” jelasnya.

Dede mencontohkan sejumlah event di Dumai yang mampu menarik perhatian publik, termasuk menghadirkan artis nasional seperti Wali Band yang memiliki basis penggemar cukup besar di Malaysia.

“Kalau artis yang punya banyak fans di Malaysia diundang tampil di Dumai, kenapa tidak sekalian kita tarik wisatawan Malaysia datang langsung? Ini bisa menjadi strategi event tourism yang kuat,” tambahnya.

ASITA Riau berharap, dengan sinergi yang terbangun dan kalender event yang terstruktur, operasional penerbangan di Dumai dapat kembali bergeliat dan menjadi penggerak ekonomi baru bagi wilayah pesisir tersebut.

Sebelumnya disebutkan izin operasional Bandara Pinang Kampai resmi terbit. Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Pelita Air Service yang ditunjuk oleh Pertamina akan bersinergi dalam pengelolaan operasional bandara tersebut.

Meski izin sudah dikantongi, Pemko Dumai kini bergerak cepat melakukan langkah strategis untuk menarik minat maskapai agar segera membuka rute penerbangan dari dan menuju Dumai.

Kepala Dishub Kota Dumai, Said Effendi menjelaskan secara teknis Bandara Pinang Kampai memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 1.800 meter. Dengan spesifikasi tersebut, bandara saat ini dapat melayani pesawat jenis Fokker maupun jet pribadi serta jet regional.

“Untuk pesawat berbadan lebar seperti Boeing atau Airbus memang belum memungkinkan. Namun infrastruktur yang ada sudah sangat memadai untuk pesawat jenis jet regional dan Fokker,” ujar Said.

Saat ini, Dishub Dumai tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah maskapai nasional guna mengisi jadwal penerbangan di Pinang Kampai. Beberapa maskapai yang masuk dalam penjajakan di antaranya TransNusa dan Lion Air.

Adapun rencana rute yang tengah digodok meliputi Dumai–Batam (PP), Dumai–Medan (PP), serta Dumai–Jakarta (PP) jika secara teknis memungkinkan.

Said berharap proses komunikasi dengan maskapai dapat membuahkan hasil dalam waktu dekat, terutama untuk mengejar momentum mudik Lebaran tahun ini.

“Target kami, semoga menjelang mudik Idulfitri maskapai sudah mulai beroperasi sehingga memudahkan masyarakat Dumai yang ingin pulang kampung dengan lebih efisien,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyambut positif terbitnya izin operasional tersebut. Ia menegaskan bahwa pengaktifan kembali Bandara Pinang Kampai menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Bandara ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan dikelolanya bandara oleh Pelita Air Service bersama Pemko Dumai, kita optimistis konektivitas udara di Kota Dumai akan segera pulih,” pungkas Sugiyarto.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version