Upaya Penyelamatan PMI yang Diduga Korban TPPO

Sebuah upaya penyelamatan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali membuahkan hasil. Meylani Madalombang, warga asal Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Jumat (17/4/2026) pukul 06.25 Wita setelah diduga menjadi korban pemberangkatan non-prosedural yang mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Setibanya di bandara, korban langsung dijemput oleh petugas Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulut, personel dari Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda Sulut, Disnaker Sulut, YKYU serta Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut yang sejak awal aktif melakukan pendampingan dan advokasi terhadap keluarga korban.

Kronologi Kejadian

Kronologis kejadian kasus ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga atas keberangkatan Meylani ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Dalam perjalanannya, korban diduga direkrut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming pekerjaan yang tidak sesuai kenyataan. Seiring waktu, komunikasi korban dengan keluarga mengalami kendala, yang semakin menguatkan dugaan adanya praktik eksploitasi.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut yang segera melakukan langkah cepat melalui koordinasi lintas instansi, termasuk BP3MI dan aparat kepolisian. Melalui sinergi tersebut, korban akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi selamat.

Tanggapan Keluarga

Antonius Sangkay, Founder Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut menjelaskan bahwa pihak keluarga korban menyampaikan rasa haru dan terima kasih. “Pihak keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak, terutama komunitas yang telah membantu sejak awal hingga anak kami bisa kembali dengan selamat,” ujar Antonius kepada Tribun Manado.

Menurutnya, berdasarkan informasi keluarga, Meylani dijadwalkan akan mendatangi Polda Sulawesi Utara untuk memberikan keterangan kepada penyidik guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Pentingnya Peran Masyarakat Sipil

Kasus ini menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO. Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulut menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian dapat menyelamatkan korban dan membuka jalan penegakan hukum. “Kami bergerak dari tingkat Komunitas, memberikan edukasi dan penguatan kesadaran masyarakat agar tidak terjebak dalam migrasi ilegal yang beresiko tinggi terhadap perdagangan orang,” tutur Antonius Sangkay.

Kondisi Meylani di Libya

Sebelumnya, pihak keluarga Meylani Madalombang, pekerja Migran yang terjebak di Libya, melaporkan kasus dugaan TPPO ke Direktorat PPA dan PPO Polda Sulut. Olivia, adik dari Meylani, mengatakan bahwa mereka sudah melapor dan memberikan keterangan disertai bukti. Aparat berjanji melakukan penyelidikan.

Meylani diduga mengalami dugaan penganiayaan oleh majikan di Libya. Ia ingin pulang, tetapi sulit. Hingga kini, terjebak di negara tersebut dalam keadaan sakit. Tribun Manado mendapatkan video Meylani yang minta tolong sambil menangis. Dalam video itu, ia menjelaskan bahwa awalnya dijanjikan penyalur untuk bekerja di Turki, tetapi kemudian dibawa ke Dubai dan setelah itu Libya. Di sana, ia terjebak selama 11 bulan, bekerja sebagai IRT tanpa surat kontrak, dieksploitasi, dan mengalami sakit tulang belakang.

Pengalaman Keluarga

Kelompok keluarga Meylani tampak putus asa. Segala daya untuk memulangkan Meylani seperti membentur tembok tebal. Olivia, adik korban, bercerita sang kakak diduga mengalami penyiksaan di dua majikannya. Pada majikan pertama di Benghazi, Meylani kerap mendapat lemparan benda tajam dari majikan perempuannya. Sebuah lemparan pisau melukai tangan kakaknya, tetapi tak diberikan pengobatan.

Lain lagi dengan majikan kedua di Tripoli. Sang kakak kerap dipekerjakan secara berlebihan tanpa batas waktu. Ia hanya tidur sedikit, lalu bangun pagi dan bekerja hingga sang majikan pulang pada malam hari. Ia mengeluh kaki dan pinggangnya sakit sampai sulit bangkit dari tempat tidur. Majikan tak peduli, terus memaksanya bekerja.

Olivia mewakili keluarga meminta bantuan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri serta Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk membantu kepulangan kakaknya. “Dia sudah sangat menderita, kami minta tolong kepada bapak Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri serta Gubernur Sulut Yulius Selvanus,” katanya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version