Sejarah dan Keunikan Milu Siram di Rumah Makan Tondano
Milu Siram atau yang juga dikenal sebagai Binte Biluhuta adalah makanan khas Gorontalo yang telah menjadi favorit banyak orang. Salah satu tempat yang terkenal dengan sajian Milu Siram ini adalah Rumah Makan Tondano, yang berada di Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Lokasi ini tidak jauh dari pusat kota dan bisa diakses melalui Jalan Tondano, jalur yang cukup dikenal oleh warga setempat.
Rasa yang Menggugah Selera
Aroma jagung manis, kuah ikan yang gurih, serta daun kemangi segar langsung menyeruak dari semangkuk Milu Siram yang disajikan di rumah makan ini. Dengan suara uap panas yang mengepul, makanan ini berhasil menggoda siapa pun yang lewat untuk singgah dan mencoba. Rumah Makan Tondano buka sejak pagi hingga malam, menjadikannya pilihan ideal untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Wawan, salah satu pembeli setia, mengatakan bahwa rasa Milu Siram di sini selalu konsisten sejak dulu. “Kalau rasa sih enak, pokoknya gurih lah, terbaik sekali di rumah makan ini,” katanya sambil menunggu pesanannya. Ia juga menambahkan bahwa rasanya akan lebih lengkap jika ditambahkan dabu-dabu khas Gorontalo. Menurutnya, Milu Siram paling nikmat disantap saat musim hujan, karena kuah panasnya memberi efek hangat di tubuh.
Rahasia Kelezatan Milu Siram
Sofia, anggota keluarga pemilik Rumah Makan Tondano, menjelaskan bahwa kelezatan Milu Siram terletak pada racikan kuah dan pemilihan jagung. “Lebih ke racikan kuah dan jagungnya harus manis dan muda. Memang kita sesuaikan juga tingkat pedasnya, karena orang Gorontalo suka pedas,” tegas Sofia. Dalam satu mangkuk Milu Siram, pengunjung akan menemukan jagung manis muda yang disiram kuah ikan panas, dilengkapi parutan kelapa segar, daun kemangi, serta suwiran ikan cakalang.
Kombinasi sederhana namun kuat rasa ini menjadi alasan banyak pelanggan datang kembali. Selain Milu Siram, tersedia juga menu lain seperti tinutuan atau bubur Manado, mie cakalang, dan nasi. Untuk menu nasi, tersedia nasi campur ikan tuna, nasi campur ayam, lengkap dengan oci dan ikan mujair. Namun, menu best seller selain Milu Siram adalah nasi kuning dan ayam bakar iloni.
Gorengan dan Dabu-Dabu: Pelengkap Wajib
Gorengan sering kali menjadi pelengkap yang tak pernah absen saat menyantap Milu Siram. “Biasanya orang pesan milu siram pasti pesan gorengannya. Suka juga dabu-dabu terasinya,” kata Sofia. Gorengan renyah yang dicelup ke kuah panas Milu Siram akan menyerap kaldu, menciptakan rasa gurih yang lebih dalam. Kebiasaan ini sudah menjadi ciri khas cara menikmati Milu Siram ala warga Gorontalo.
Harga Terjangkau dan Rencana Penurunan
Soal harga, Milu Siram di Rumah Makan Tondano dikenal ramah di kantong. Saat ini, satu porsi dibanderol Rp15 ribu. Namun, ke depan harga tersebut berencana diturunkan. “Rencananya kita akan turunkan lagi dari Rp15 ribu ke Rp13 ribu,” ungkap Sofia. Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapatkan seporsi Milu Siram lengkap dengan rasa gurih yang kuat dan porsi yang mengenyangkan.
Operasional yang Fleksibel
Rumah Makan Tondano beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 Wita hingga 23.00 Wita. Waktu buka yang panjang ini membuat rumah makan kerap menjadi pilihan sarapan, makan siang, hingga makan malam. Keberadaan rumah makan ini turut menjadi bagian dari denyut UMKM kuliner lokal di Kota Gorontalo. Dengan mempertahankan cita rasa tradisional dan harga terjangkau, Milu Siram di Bulotadaa Barat terus menemukan penikmatnya dari berbagai kalangan. Satu mangkuk Milu Siram, kuah panas yang gurih, jagung manis yang pas, dan suasana sederhana khas rumah makan lokal cukup untuk membuat siapa pun kembali lagi.




