Momen Haru dan Spiritual di Balik Kelahiran Anak Pertama Egy Maulana Vikri
Momen yang tak terlupakan dialami oleh pesepak bola nasional, Egy Maulana Vikri, menjelang kelahiran anak pertamanya. Kejadian ini tidak hanya menyisakan rasa haru, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi seluruh keluarga.
Elara Maha Kalila, putri pertama dari pasangan Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza, lahir dengan selamat pada 11 Desember 2025 pukul 11.00 WIB. Nama Elara Maha Kalila memiliki makna yang dalam, yaitu “wanita yang bersinar”, “selamanya”, dan “dikelilingi orang-orang yang mencintainya”. Nama ini menjadi doa dan harapan besar dari keluarga untuk bayi perempuan mereka.
Kelahiran cucu pertama Umi Pipik, istri dari almarhum Ustaz Jefri Al Buchori atau yang akrab disapa Uje, membawa kebahagiaan yang luar biasa. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan cerita unik yang dipercaya sebagai isyarat kehadiran almarhum Uje.
Umi Pipik membagikan kisah ini dalam sebuah acara televisi. Menurutnya, rangkaian kejadian dimulai satu hari sebelum Adiba melahirkan. Saat itu, Adiba dan Egy sedang merayakan ulang tahun pernikahan pertama mereka. Pasangan ini menikah pada 10 Desember 2023 dan merayakan anniversary mereka di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Malam itu, mereka menikmati momen romantis sebagai pasangan suami istri. Bahkan, di sela makan malam, mereka sempat bercanda dan berharap sang bayi tidak lahir di hari tersebut agar momen ulang tahun bisa dinikmati dengan tenang. Namun, tak lama setelah acara makan malam selesai, Adiba mulai merasakan kontraksi.
Dalam situasi panik dan terburu-buru, mobil yang dikemudikan Egy tiba-tiba berbelok arah. Seharusnya, mereka masuk ke jalur tol untuk menuju Bintaro, tempat rumah sakit berada. Namun tanpa disadari, mobil justru mengarah ke TPU Karet Bivak, tempat dimakamkannya almarhum Ustaz Jefri Al Buchori.
“Ada hal yang lucu. Harusnya lurus masuk tol, kok tiba-tiba belok ke Karet, kuburannya almarhum,” kata Umi Pipik. Menurutnya, kejadian tersebut sama sekali tidak direncanakan. Bahkan Egy sendiri mengaku kebingungan saat menyadari arah mobil yang dikemudikannya tidak sesuai tujuan.
Setelah menyadari mereka berada di dekat makam ayah tercinta, Adiba dan Egy memutuskan untuk berhenti sejenak. Meski Adiba tengah merasakan kontraksi, keduanya menyempatkan diri untuk mengirimkan doa. Mereka turun dari mobil, membaca surat Al-Fatihah, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Umi Pipik kembali merasakan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding. Saat Adiba sudah berada di ruang bersalin, ia mendengar lantunan sholawat khas yang biasa dibawakan oleh mendiang suaminya. Suara tersebut terdengar jelas dan membuat suasana menjadi penuh emosi.
“Nyampe masuk rumah sakit, udah masuk kamar bersalin tuh, suara sholawatnya Uje. Makin merinding lah kita,” kenang Umi Pipik. Ia menduga kondisi emosional Adiba yang tengah bersiap melahirkan, ditambah dengan kunjungan singkat ke makam sang ayah, membuat perasaan sang putri menjadi lebih sensitif dan mellow.
Proses persalinan Adiba Khanza berjalan dengan lancar. Bayi perempuan Elara Maha Kalila lahir dengan selamat. Egy Maulana Vikri pun mengaku lega dan bersyukur karena sang istri dan anak pertamanya dapat melalui proses persalinan dengan selamat.
Momen ini menjadi pengalaman emosional yang akan selalu dikenangnya, terutama karena rangkaian kejadian yang terasa begitu dekat dengan kenangan sang ayah mertua. Kisah ini pun menyentuh banyak orang, karena menggambarkan ikatan keluarga, doa, serta keyakinan akan kehadiran orang tercinta meski telah tiada.
Bagi keluarga Umi Pipik, kelahiran Elara Maha Kalila bukan hanya membawa kebahagiaan baru, tetapi juga menghadirkan rasa hangat akan cinta yang diyakini tak pernah benar-benar pergi.
