Semarak MTQ JQH NU ke-2 Kota Palembang Tahun 2026
Kota Palembang kembali menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) JQH NU ke-2 tahun 2026. Acara ini diikuti oleh sebanyak 545 peserta yang didominasi oleh warga lokal Palembang. Kegiatan ini digelar di dua masjid utama, yaitu Masjid Darul Muttaqin dan Masjid Al Munawaroh. Tujuan dari penyelenggaraan MTQ adalah untuk membumikan Al-Qur’an sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Pelaksanaan MTQ JQH NU ke-2
Ketua PC JQH NU Kota Palembang, H Arif Rahman MA, Lc, M.Ag, menjelaskan bahwa hingga malam Kamis (20/8/2026), jumlah peserta yang terdaftar mencapai sekitar 500 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari Palembang, namun juga terdapat beberapa peserta dari luar kota. Acara ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya untuk lebih mengenalkan dan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Melalui MTQ JQH NU, panitia ingin memboomingkan Al-Qur’an di Bumi Sriwijaya, memeriahkan acara, serta memberikan semangat kepada generasi anak-anak dalam mencintai Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan potensi generasi muda dalam bidang Al-Qur’an, baik kemampuan hafalan maupun bacaan.
Enam Cabang Perlombaan
Dalam MTQ JQH NU ke-2 Kota Palembang, panitia menyiapkan enam cabang perlombaan. Keenam lomba tersebut meliputi:
- Tahfiz Al-Qur’an
- Tartil Al-Qur’an
- Tilawah Al-Qur’an
- Dai-Daiyah Cilik
- Hadro
- Lomba Rebana Muslimah
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak. Panitia juga memberikan ruang bagi para ibu untuk turut menunjukkan kreativitas melalui lomba rebana muslimah.
“Kita juga ingin bukan hanya anak kecil yang bisa memeriahkan ini. Makanya kita adakan juga Lomba Rebana Muslimah untuk ibu-ibu,” kata Arif Rahman.
Pembukaan MTQ dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB. Masjid Darul Muttaqin menjadi lokasi utama sekaligus tempat pelaksanaan opening dan closing ceremony. Sementara itu, Masjid Al Munawaroh juga digunakan sebagai salah satu lokasi perlombaan karena terdapat enam cabang lomba yang digelar secara bersamaan selama dua hingga tiga hari.
“Karena ada enam lomba tadi secara bersamaan selama dua hingga tiga hari ini, jadi tidak mungkin di satu tempat semua. Maka digunakan juga Masjid Al Munawaroh menjadi salah satu tempat host acara, yaitu lomba Tahfiz Al-Qur’an dan Tartil Al-Qur’an. Selebihnya di Masjid Darul Muttaqin,” jelasnya.
Sejarah MTQ JQH NU
Arif Rahman menjelaskan bahwa MTQ JQH NU merupakan Musabaqah Tilawatil Qur’an yang digelar oleh Jam’iyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama. Secara bahasa, Jam’iyatul berarti perhimpunan atau perkumpulan. Sementara Qurra berarti qari atau orang yang membaca Al-Qur’an, sedangkan Huffazh berarti orang-orang yang menghafal Al-Qur’an.
JQH NU yang berada di bawah Nahdlatul Ulama menjadi wadah untuk menghimpun komunitas para penghafal Al-Qur’an dan qari yang ada di Kota Palembang.
MTQ JQH NU Kota Palembang sendiri bukan kali pertama digelar. “Alhamdulillah ini MTQ JQH NU ke-2. Yang pertama Tahun 2024 di Flores Residence, kediaman Ma’had Al-Qur’an Dzin Nuur punyanya KH Ahmad Tarmidzi Muhaimin, Ketua Imam Besar Masjid Agung Palembang yang juga Ketua PC JQH NU Sumsel,” kata Arif Rahman.
Dalam pelaksanaan MTQ JQH NU ke-2 ini, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainuddin Al Qodiri M.Pd.I juga disebut sebagai penasihat JQH NU.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 600 orang, MTQ JQH NU ke-2 Kota Palembang diharapkan menjadi momentum untuk semakin menggairahkan kegiatan Al-Qur’an sekaligus melahirkan generasi Qurani dari Bumi Sriwijaya.
