TASHKENT, Infomalangraya.net–

Pemerintah Uzbekistan sedang mempersiapkan skema subsidi bagi agen perjalanan lokal untuk menarik wisatawan dari Indonesia dan Malaysia. Setiap turis dari dua negara tersebut akan menerima subsidi sebesar 100 dolar AS (Rp 1.692.100) melalui program bertajuk “Umrah Plus”. Program ini dirancang untuk mendorong kunjungan singgah di Uzbekistan sebelum jamaah melanjutkan perjalanan umrah ke Arab Saudi.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk menyambut total 100.000 wisatawan asal Indonesia dan Malaysia pada periode 2026–2027. Skema Umrah Plus mengharuskan wisatawan Indonesia atau Malaysia untuk transit dan tinggal beberapa hari di Uzbekistan sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi guna menunaikan ibadah umrah. Dengan demikian, program ini diharapkan memberi manfaat ganda, yakni memperluas arus wisata sekaligus memperkenalkan destinasi bersejarah Uzbekistan kepada jamaah Asia Tenggara.

Menurut portal berita berbahasa Inggris asal Uzbekistan, Daryo, skema subsidi tersebut ditargetkan akan difinalisasi dalam waktu dua minggu. Pemerintah Uzbekistan juga memiliki target ambisius dengan mendatangkan 100.000 wisatawan dari Indonesia dan Malaysia dalam dua tahun, yakni 2026 dan 2027.

Penguatan Konektivitas Penerbangan

Selain subsidi, Uzbekistan juga tengah mengembangkan konektivitas udara untuk mendukung kelancaran program ini. Pemerintah setempat bekerja sama membuka lebih banyak rute langsung antara kota-kota besar di Malaysia, Indonesia, Uzbekistan, dan Arab Saudi. Upaya ini ditujukan untuk memastikan koneksi penerbangan yang lebih baik serta pengalaman perjalanan yang lebih mulus bagi wisatawan.

Saat ini, maskapai Uzbekistan Airways, Batik Air, dan AirAsia telah mengoperasikan penerbangan langsung sebanyak delapan kali per minggu pada rute Kuala Lumpur–Tashkent–Kuala Lumpur serta Langkawi–Tashkent–Langkawi. Kedutaan Besar Uzbekistan juga menegaskan bahwa warga negara Indonesia dan Malaysia berhak mendapatkan fasilitas bebas visa hingga 30 hari.

Potensi Kerja Sama Pariwisata dan Budaya

Kedutaan Besar Uzbekistan menyebut pariwisata dan kebudayaan kini menjadi salah satu bidang kemitraan utama antara Uzbekistan dan Malaysia, yang juga relevan bagi Indonesia. “Ada potensi besar untuk memperluas hubungan di sektor pariwisata, yang akan membawa manfaat ekonomi dan mendorong pertukaran budaya antarnegara,” demikian pernyataan kedutaan.

Pernyataan itu juga menyoroti kesamaan latar belakang budaya keislaman. “Kedua negara berada dalam dunia Islam dan sangat bangga dengan warisan budaya Islam yang kita miliki bersama. Kota-kota bersejarah Uzbekistan seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva merupakan pusat kuno budaya dan pembelajaran Islam,” bunyi pernyataan tersebut.

Infrastruktur Ramah Muslim

Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan disebut telah melakukan berbagai upaya untuk membangun infrastruktur ramah Muslim. Langkah tersebut mencakup penyediaan ruang ibadah baru serta pengembangan hotel dan restoran halal. Komite Pariwisata Uzbekistan juga belajar dari Islamic Tourism Centre Malaysia di bawah Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia untuk mengembangkan pengalaman pariwisata dan perhotelan yang ramah Muslim.

Ke depan, Kedutaan Besar Uzbekistan menyatakan bahwa wisata gastronomi dan wisata musim dingin diperkirakan akan semakin diminati wisatawan Malaysia, termasuk kalangan muda, dan berpotensi menarik minat serupa dari Indonesia. Dengan kombinasi subsidi, kemudahan visa, dan konektivitas penerbangan, Uzbekistan berharap dapat memposisikan diri sebagai destinasi transit religius sekaligus wisata budaya bagi jamaah umrah dari Asia Tenggara.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version