Amalan Penambah Iman di Bulan Ramadan
Bulan suci Ramadan adalah momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas iman dan kepercayaan kepada Allah. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah mendengarkan kultum, yaitu ceramah singkat yang berisi pesan-pesan kebaikan dan nasihat dari para penceramah.
Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, atau tokoh masyarakat. Di bulan Ramadan, kultum sering kali disampaikan sebelum waktu buka puasa, sebelum salat tarawih, atau setelah shalat subuh. Berikut ini contoh kultum untuk 18 Ramadan 1447 H/8 Maret 2026.
Judul: Ciri-Ciri Orang Mu’min
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Setiap muslim tentu ingin menjadi seorang mukmin sejati, yaitu orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Namun, bagaimana sebenarnya ciri-ciri orang mukmin yang Allah ridhai? Dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1-11, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan sifat-sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang mukmin agar memperoleh keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat.
Di bulan suci Ramadan ini, mari kita jadikan momentum untuk merenungi dan mengamalkan ciri-ciri orang mukmin sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al Mu’minun.
-
Khusyuk dalam Salat
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. (QS. Al-Mu’minun: 1-2)
Khusyuk berarti menghadirkan hati dan pikiran sepenuhnya saat salat, merasakan kehadiran Allah, serta memahami bacaan dan gerakan salat. Dalam tafsir Al-Maraghi, khusyuk diartikan sebagai sikap menghinakan dan merendahkan diri kepada Allah, serta takut pada azab-Nya. -
Menjauhkan Diri dari Perbuatan dan Perkataan yang Tidak Berguna
Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. (QS. Al-Mu’minun: 3)
Orang mukmin sejati menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti gosip, perdebatan tanpa tujuan, dan aktivitas yang menyia-nyiakan waktu. Mereka fokus pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas diri. -
Menunaikan Zakat
Dan orang yang menunaikan zakat. (QS. Al-Mu’minun: 4)
Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembersihan harta. Menunaikan zakat menunjukkan ketaatan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama. -
Menjaga Kemaluan
Dan orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mu’minun: 5-7)
Menjaga kemaluan berarti menjaga kesucian diri dengan menghindari perbuatan zina dan menjaga kehormatan. Hubungan intim hanya dibenarkan dalam ikatan pernikahan yang sah. Melampaui batas dalam konteks ini berarti melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah. -
Memelihara Amanat dan Janji
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. (QS. Al-Mu’minun: 8)
Orang mukmin menjaga amanat yang dipercayakan kepadanya, baik berupa harta, tanggung jawab, maupun rahasia. Mereka juga menepati janji yang telah dibuat, menunjukkan integritas dan kejujuran. -
Memelihara Salat
Serta orang yang memelihara salatnya. (QS. Al-Mu’minun: 9)
Selain khusyuk, memelihara salat berarti melaksanakan salat tepat waktu, sesuai dengan rukun dan syaratnya, serta menjadikannya sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Allah menjanjikan balasan yang agung bagi mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut: Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Mu’minun: 10-11)
Surga Firdaus adalah tempat tertinggi di surga, yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Dalam tafsir Al-Mukhtashar, disebutkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengamalkan ajaran syariat-Nya telah beruntung dengan meraih balasan yang mereka cita-citakan, dan selamat dari perkara yang mereka takuti.
Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan dan mengamalkan sifat-sifat mulia ini. Dengan meningkatkan kualitas salat, menjaga lisan dan perbuatan, menunaikan zakat, menjaga kesucian diri, serta memegang teguh amanat dan janji, kita berharap termasuk dalam golongan orang-orang mukmin yang beruntung dan mendapatkan rahmat Allah di dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
