Pengertian Sholat Ashar

Sholat Ashar adalah salah satu dari lima rakaat salat fardu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim pada waktu yang telah ditentukan. Salat ini memiliki keutamaan besar karena menjadi tanda ketaatan seorang hamba kepada Allah di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Dalam ajaran Islam, sholat Ashar dikerjakan sebanyak empat rakaat dan dapat dilakukan secara mandiri atau berjamaah.

Pelaksanaannya harus mengikuti tuntunan yang benar agar ibadah yang dilakukan sah dan bernilai pahala. Bagi sebagian umat Islam, terutama yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu, melaksanakan salat Ashar sendiri di rumah menjadi pilihan. Meski dilakukan secara mandiri, kekhusyukan dan ketertiban dalam menjalankan setiap gerakan dan bacaan tetap harus dijaga.

Rukun Sholat

Salat memiliki beberapa rukun yang harus dipenuhi. Salah satu rukun utama adalah membaca niat. Niat ini menjadi penegasan hati dan lisan untuk menentukan jenis shalat yang akan dikerjakan. Niat dapat diucapkan dalam hati, namun sebagian ulama juga membolehkan membacanya secara lisan.

Berikut adalah lafaz bacaan niat Sholat Ashar dalam berbagai kondisi:

  • Niat Sholat Ashar Sendiri (Munfarid):
    اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Sholat Ashar sebagai Imam:
    اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’la.”

  • Niat Sholat Ashar sebagai Makmum:
    اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku berniat shalat farduhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’la.”

Tata Cara Sholat Ashar

Berikut tata cara Sholat Ashar:

*Rakaat Pertama

  1. Membaca niat sholat.
  2. Takbiratul ihram (mengangkat tangan sambil mengucapkan Allahu Akbar).
  3. Membaca doa Iftitah.
  4. Membaca Al-Fatihah.
  5. Membaca ayat al Quran.
  6. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
  7. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian.
  8. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  9. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
  10. Sujud lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  11. Berdiri lagi.

*Rakaat Kedua

  1. Membaca al Fatihah.
  2. Membaca ayat al Quran.
  3. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.
  4. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Artinya: Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Artinya: Rabb kami, milik-Mu segala pujian.
  5. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  6. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
  7. Sujud lalu membaca:
    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  8. Tasyahud Awal.

*Rakaat Ketiga

Pelaksanaan rakaat ketiga tidak jauh beda dengan rakaat kedua. Namun pada rakaat ketiga tidak ada tasyahud, sehingga langsung berdiri kembali.

*Rakaat Keempat

Pada rakaat keempat yang membedakan adalah di tasyahud akhir menjelang selesainya solat ashar.

Bacaan Tasyahud Akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan Dzikir Sesudah Sholat

  1. Membaca istighfar di bawah ini sebanyak tiga kali:
    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣
  2. Memuji Allah dengan kalimat:
    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام
  3. Lalu membaca:
    اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ .
  4. Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:
    اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. (HR Abu Dawud)
  5. Dilanjutkan dengan membaca:
    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.
  6. Memohon perlindungan dari ganasnya neraka:
    اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ
  7. Membaca Ayat Kursi:
    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.
  8. Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286
  9. Disambung dengan penggalan dari Surat Ali Imran:
  10. Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah
  11. Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:
    سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣
    اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣
    اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣
  12. Kemudian dilanjutkan dengan:
    اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ

    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ
  13. Wirid kemudian ditutup dengan doa sesuai dengan harapan masing-masing.
Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version