Peran Penting Otot Dasar Panggul yang Sering Diabaikan

Otot dasar panggul atau pelvic floor muscles adalah bagian tubuh yang sering diabaikan oleh perempuan. Sekelompok otot ini memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, seperti berkemih, pencernaan, hingga kesehatan seksual. Meski begitu, masalah pada otot ini sering tidak disadari karena jarang dibahas dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

Menurut dr. Nissrine Nakib, dokter urologi, perubahan hormon, persalinan, gaya gravitasi, hingga tindakan operasi dapat melemahkan otot dasar panggul. Kondisi tersebut bisa memicu gangguan fungsi otot panggul yang berdampak pada kualitas hidup perempuan. Otot dasar panggul berfungsi seperti mangkuk atau penyangga yang menjaga posisi kandung kemih, usus, dan organ reproduksi tetap stabil.

Keluhan yang Sering Dianggap Wajar

Banyak perempuan menganggap keluhan seperti urine keluar saat tertawa, rasa tertekan di area vagina, atau nyeri saat berhubungan intim sebagai bagian wajar dari penuaan. Padahal, banyak kondisi tersebut dapat dicegah atau ditangani lebih awal jika dikenali sejak dini.

Perubahan hormon dan usia menjadi faktor risiko utama gangguan otot dasar panggul. Saat memasuki fase perimenopause dan menopause, penurunan hormon estrogen membuat jaringan vagina dan vulva menipis. Hal ini dapat memicu gangguan otot dasar panggul, seperti kebocoran urine, konstipasi, nyeri panggul, hingga nyeri saat berhubungan.

Selain itu, kehamilan, persalinan, serta riwayat operasi juga memberi tekanan tambahan pada area panggul. Kondisi ini membuat otot menjadi lebih longgar dan tidak lagi bekerja optimal.

Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan

Gangguan otot dasar panggul sering berkembang secara perlahan. Banyak perempuan baru menyadarinya ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas harian, seperti sering buang air kecil, sulit menahan urine, atau muncul rasa mengganjal di vagina. Menurut dr. Carolyn Botros, dokter spesialis uroginekologi, tanda-tanda tersebut bukan sesuatu yang harus ditoleransi.

“Keluhan pada area panggul bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja karena usia,” ujarnya. Dengan demikian, perlu adanya kesadaran bahwa keluhan tersebut bisa diatasi dengan intervensi tepat.

Cara Menjaga Kesehatan Otot Dasar Panggul

Perhatian terhadap otot dasar panggul bisa dimulai kapan saja. Menangani kekeringan atau iritasi vagina menjadi salah satu langkah penting karena jika kondisi tersebut diabaikan dapat memperburuk elastisitas jaringan penyangga. Selain itu, konstipasi kronis atau kesulitan buang air besar pun perlu diatasi karena memberi tekanan berlebih pada otot panggul.

Latihan kegel juga direkomendasikan untuk memperkuat otot dasar panggul. Namun, dr. Nakib mengingatkan bahwa banyak perempuan melakukannya dengan teknik yang kurang tepat. Latihan fisioterapis khusus otot dasar panggul dapat membantu memastikan latihan dilakukan dengan benar. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau pilates juga bermanfaat karena membantu memperkuat otot inti dan meningkatkan sirkulasi darah di area panggul.

Kapan Perlu Ke Dokter?

Nyeri panggul, nyeri saat berhubungan, kebocoran urine, sering buang air kecil, konstipasi berkepanjangan, atau sensasi seperti ada benjolan di vagina merupakan sinyal untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Mengabaikan kesehatan otot dasar panggul bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal fungsi tubuh dan kepercayaan diri.

Makin dini perempuan menyadari peran pentingnya, semakin besar peluang untuk menjaga kualitas hidup tetap optimal seiring bertambahnya usia. Dengan kesadaran dan tindakan preventif, perempuan dapat menjaga kesehatan otot dasar panggul dan menghindari berbagai komplikasi yang mungkin terjadi.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version