Kehidupan UMKM Lombok Kuning Simpati yang Berhasil Menembus Pasar Global

Lombok Kuning Simpati adalah sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan cabai. Produk ini didirikan oleh Ridwan Wahyudi Chandra dan istrinya, Meliana. Awalnya, produk ini hanya digunakan sebagai pelengkap dalam penjualan bakmi rumahan, namun akhirnya berkembang menjadi merek dagang yang sukses dan mampu menembus pasar global.

Perjalanan Awal Lombok Kuning Simpati

Pada tahun 1998, Ridwan masih seorang pemuda yang menjajakan bakmi rumahan di depan kediamannya di Jl Sulawesi, Makassar. Saat itu, ia hanya membantu usaha keluarganya. Namun, keunikan dari bakmi yang ia jual adalah adanya sambal lombok kuning yang dibuat sendiri. Sambal ini terdiri dari campuran cabai kecil tua dan muda, bawang putih, garam, serta benzoat. Pembeli yang datang mulai menanyakan apakah sambal tersebut bisa dibeli terpisah. Dari situ, Ridwan memutuskan untuk membuat merek dagang baru dengan nama Lombok Kuning Simpati.

Tantangan Awal dan Perubahan Strategi

Di awal perjalanan, Ridwan menghadapi berbagai tantangan. Penjualan hanya dilakukan secara rumahan dan kemasan produk tidak menarik. Hal ini menyebabkan beberapa toko ole-ole Makassar menolak produk Lombok Kuning Simpati. Namun, Ridwan tidak menyerah. Ia terus mencoba berbagai cara untuk memasarkan produknya. Pada tahun 2017, Lombok Kuning Simpati mendapatkan lisensi merek dagang. Selain itu, kemasan produk juga diperbaiki dengan tambahan cap merek dan kalimat “Khas Makassar”.

Bantuan KUR BRI dan Peningkatan Produksi

Setelah memiliki lisensi merek dagang, Ridwan mulai mengembangkan bisnisnya lebih serius. Ia mengajukan bantuan modal ke berbagai bank dan akhirnya mendapat kepercayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan bantuan KUR BRI sebesar Rp250 juta, produksi Lombok Kuning Simpati meningkat. Jumlah karyawan bertambah dan produk mulai tersedia di berbagai toko ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan Lotte. Hingga tahun 2026, Lombok Kuning Simpati telah tersedia di lebih dari 600 toko ritel di Indonesia dan bahkan diekspor ke Jepang.

Pelatihan Digital Marketing dari Rumah BUMN

Selama masa pandemi, penjualan Lombok Kuning Simpati sempat mengalami penurunan. Namun, keberadaan Rumah BUMN BRI Makassar menjadi penyelamat. Rumah BUMN merupakan inkubator UMKM yang memberikan berbagai pelatihan, termasuk digital marketing. Meliana, istri Ridwan, intens mengikuti pelatihan pemasaran digital dari Rumah BUMN. Dengan bekal tersebut, Lombok Kuning Simpati mulai merambah pasar digital melalui media sosial dan marketplace.

Pengembangan UMKM di Sulawesi Selatan

Rumah BUMN BRI Makassar tidak hanya membantu Lombok Kuning Simpati, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan UMKM lainnya di wilayah Sulawesi Selatan. Koordinator Rumah BUMN BRI Makassar, Muh Asluddin, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan pelatihan dalam berbagai aspek, seperti desain, packaging, hingga pemasaran. Sampai saat ini, total binaan Rumah BUMN Makassar mencapai lebih dari 6000 UMKM.

Manfaat bagi Petani dan Karyawan

Produksi Lombok Kuning Simpati mencapai 1800 botol per hari. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Ridwan membutuhkan 150 kg cabai per hari. Cabai ini didatangkan dari petani di Enrekang, Jeneponto, dan Takalar. Ridwan berharap dapat bekerja langsung dengan petani agar mereka mendapatkan manfaat lebih besar. Di tempat produksi, terdapat tiga karyawan yang bekerja setiap hari. Salah satu karyawan, Rahmat, mengatakan bahwa kehadiran Lombok Kuning Simpati menjadi berkah baginya.

Informasi Produk dan Distribusi

Lombok Kuning Simpati tersedia dalam tiga ukuran kemasan: 140 ml, 330 ml, dan 600 ml. Harga di marketplace bervariasi mulai dari Rp10 ribu hingga Rp47 ribu. Bagi yang tertarik menjadi distributor, dapat mengunjungi website lomboksimpati.co.id atau Instagram @simpatilombokkuning.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

© 2026 Info Malang Raya. All rights reserved.

Exit mobile version