Peninjauan Bupati Gorontalo terhadap Revitalisasi SDN 18 Telaga Biru
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, melakukan peninjauan langsung terhadap progres revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Peninjauan tersebut dilakukan pada hari Sabtu (25/7/2026) pagi untuk memastikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai rencana serta melihat kondisi sekolah yang sedang diperbaiki melalui program revitalisasi pemerintah.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur pendidikan di daerah tersebut diperbaiki secara maksimal. Menurut Bupati, keberadaan ruang kelas yang layak merupakan kebutuhan dasar bagi siswa dan guru agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan nyaman.
“Bangunan sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1984. Hari ini kita melihat langsung proses revitalisasinya dan tentu pemerintah akan memaksimalkan pembangunan ini, terutama untuk menyiapkan struktur bangunan ruang kelas yang memang sangat dibutuhkan oleh para siswa,” ujar Sofyan.
Selama peninjauan, ia juga menyampaikan bahwa masih ada beberapa sekolah lain yang membutuhkan perhatian, khususnya terkait kondisi bangunan yang sudah cukup tua dan tidak layak digunakan sebagai tempat belajar. Ia menilai bahwa program revitalisasi seperti ini sangat penting karena mampu menjawab kebutuhan sekolah-sekolah yang memerlukan ruang belajar yang lebih layak.
Pembangunan Secara Swakelola
Sofyan juga mengapresiasi pelaksanaan pembangunan di SDN 18 Telaga Biru yang dilakukan secara swakelola. Menurutnya, keterlibatan langsung pihak sekolah, komite, dan masyarakat menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan.
“Pelaksanaan pembangunan ini memang sengaja dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah, komite, dan masyarakat. Dengan cara seperti ini, kualitas pekerjaannya bisa lebih terjamin karena semua ikut mengawasi proses pembangunan,” jelasnya.
Sumber Dana Revitalisasi
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi sekolah tersebut merupakan program pemerintah pusat yang diperoleh melalui pendataan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan bahwa sekolah tidak perlu lagi mengajukan proposal secara khusus untuk mendapatkan bantuan. Pemerintah pusat akan melihat kondisi masing-masing sekolah melalui data yang telah diinput ke dalam sistem Dapodik.
“Bantuan ini merupakan program revitalisasi dari pemerintah pusat. Penetapannya berdasarkan usulan melalui Dapodik masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keakuratan data yang dimasukkan oleh setiap sekolah menjadi faktor penting dalam penentuan penerima bantuan revitalisasi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Gorontalo agar rutin memperbarui data sekolah sehingga kebutuhan sarana dan prasarana dapat teridentifikasi dengan baik oleh pemerintah pusat.
Revitalisasi Tidak Hanya untuk Satu Sekolah
Sofyan menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya dilakukan di SDN 18 Telaga Biru. Program serupa juga menyasar sejumlah sekolah lain di Kabupaten Gorontalo yang dinilai membutuhkan perbaikan infrastruktur. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga para siswa dapat segera memanfaatkan ruang kelas baru dengan kondisi yang lebih baik.
“Revitalisasi ini bukan hanya untuk satu sekolah saja. Ada beberapa sekolah lain yang juga mendapatkan program serupa. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Gorontalo,” tuturnya.
Kondisi Awal Sekolah Sebelum Direvitalisasi
Sebelum diperbaiki, SDN 18 Telaga Biru yang berada di jalur Desa Modelidu menuju Dulamayo ini mengalami kerusakan parah. Bahkan, kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut sempat viral. Kerusakan ruang kelas tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengurangi waktu belajar siswa.
Diketahui, awalnya terdapat dua ruang kelas, yaitu kelas dua dan tiga, yang mengalami kerusakan paling parah. Atapnya lapuk dan sebagian besar sudah terlepas. Setiap kali hujan turun, aktivitas belajar langsung terganggu akibat atap yang bocor. Para siswa terpaksa dipindahkan ke tempat lain, seperti perumahan guru atau ruang dewan guru.
Kondisi tersebut tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, siswa bersama guru harus membersihkan genangan air di dalam kelas terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran. Kini, sekolah tersebut sudah mendapat perhatian pemerintah sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman.
SDN 18 Telaga Biru merupakan sekolah yang berada di daerah pelosok. Untuk menuju ke Desa Modelidu, perjalanan harus melewati Kecamatan Bulango Utara terlebih dahulu, yang merupakan wilayah Kabupaten Bone Bolango.
