Peran Perempuan dalam Perekonomian Indonesia



Peringatan Hari Kartini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjuangan perempuan dalam konteks kemerdekaan. Lebih dari itu, Hari Kartini yang dirayakan setiap 21 April menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan berdaya saing dalam berbagai bidang. Mereka tidak hanya dianggap sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga pelaku utama dalam perekonomian nasional.

Dalam dunia bisnis, perempuan kini memainkan peran strategis. Data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan bahwa sebanyak 64,5% UMKM atau sekitar 37 juta unit usaha dari total 57 juta unit usaha di Indonesia dikelola oleh perempuan. Angka ini mencerminkan kontribusi besar perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui bisnis mereka.

Selain itu, UMKM juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Dari total 117 juta tenaga kerja di Indonesia, sekitar 97% berasal dari sektor UMKM. Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran, terutama bagi para pencari kerja yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemerintah pun memberikan dukungan berkelanjutan kepada UMKM yang dikelola perempuan. Menurut Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Rusmin Amin, UMKM yang dikelola perempuan memiliki potensi nilai bisnis hingga USD130 miliar. Ia menyatakan bahwa wanita memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia yang berbasis partisipasi masyarakat.

Lebih lanjut, Kemendag mendorong UMKM yang dikelola perempuan untuk berkembang menuju skala bisnis yang lebih besar. Untuk mendukung hal ini, pemerintah melakukan pemetaan melalui enam pilar utama, yaitu kebijakan perdagangan, lingkungan bisnis, kerangka hukum dan regulasi, akses keterampilan, akses keuangan, serta pekerjaan dan masyarakat.

Selain itu, Kemendag juga mendorong UMKM untuk mengekspor produk dan jasanya dengan pendekatan inovasi, kreativitas, promosi, dan adaptif terhadap tren pasar. “Ke depan kami berkomitmen memperkuat peran perempuan melalui reformasi kebijakan perdagangan, peningkatan representasi dalam kepemimpinan, perluasan akses finansial, dan pelatihan berbasis digital,” ujar Rusmin.

Dukungan dari Akademisi

Guru Besar Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Airlangga Jusuf Irianto menyoroti pentingnya penguatan dari sisi hukum dan legalitas bagi UMKM yang dikelola perempuan. Ia menyarankan adanya perizinan yang mendukung operasional UMKM dari pemerintah.

Ia juga menekankan perlunya pemberian kredit, literasi, dan manajemen keuangan bagi perempuan. Menurutnya, literasi keuangan yang rendah memengaruhi kemampuan perempuan dalam berbisnis. Informasi tentang literasi keuangan dan finansial sangat penting untuk meraih profit jangka panjang.

“Melalui pelibatan perbankan dan lembaga keuangan, pemerintah memberi layanan edukasi kepada kaum ibu pengusaha mikro mengelola keuangan lebih baik. Tak sekadar butuh modal usaha, pengusaha mikro juga harus paham dan terampil mengelola keuangan secara benar,” kata Jusuf.

Dukungan dari PNM

Selain pemerintah, lembaga jasa non-keuangan seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga memberikan dukungan kepada perempuan. Fokus PNM adalah memberikan modal bagi pengusaha ultra mikro tanpa jaminan, khususnya bagi pemilik usaha yang dipimpin perempuan dari keluarga subsisten.

Hingga Maret 2026, PNM mencatat 903.557 kelompok nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang seluruhnya adalah perempuan. Program ini bertujuan untuk pemberdayaan pengusaha ultra mikro menuju skala usaha yang lebih sustain.

Sebagai upaya dukungan usaha, PNM memberikan pendampingan berupa inklusi dan literasi keuangan serta mendorong tumbuhnya usaha dengan prinsip kejujuran, kekeluargaan, gotong royong, dan budaya menabung. Pendampingan ini diberikan agar perempuan memiliki jiwa usaha yang kuat serta peningkatan skala bisnis guna memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Program yang dilaksanakan PNM telah memberikan dampak sosial dan ekonomi. Data Fisipol UGM tahun 2022 menunjukkan 71,86% nasabah mulai berkontribusi dalam pengambilan keputusan di keluarga terkait keuangan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, PNM berkomitmen terus mendukung perempuan Indonesia kian berdaya. Selain untuk menguatkan fundamental ekonomi nasional, produk PNM yang digunakan oleh UMKM diharapkan berguna untuk menambah lapangan pekerjaan yang berdampak positif bagi mesin perekonomian. Perempuan patut mendapat ruang berkreasi dan perlu didukung penuh, salah satunya oleh PNM.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version