Santa Agata, Perawan dan Martir
Santa Agata adalah salah satu tokoh suci yang dihormati dalam tradisi gereja Katolik. Ia dikenal sebagai perawan dan martir yang hidup pada abad ketiga masehi. Meskipun riwayat hidupnya tidak sepenuhnya diketahui secara pasti, kisah kesengsaraannya karena iman kepada Kristus menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Agata lahir di Kantania, sebuah kota di pulau Sisilia. Pada masa itu, ia merupakan puteri dari seorang bangsawan kaya yang tinggal di Palermo atau Kantania. Kisah tentang kehidupannya mulai muncul setelah ia meninggal, bertahun-tahun kemudian. Menurut tradisi lama, Agata menolak lamaran Quintianus, seorang pegawai tinggi kerajaan Romawi. Penolakan itu dilakukan karena ia telah berjanji untuk menjaga kesuciannya di hadapan Tuhan.
Akibat penolakannya, Agata ditangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Namun, semua upaya tersebut gagal. Dengan bantuan rahmat Tuhan, ia tetap teguh dalam keyakinannya dan menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang suci dan teguh. Quintianus semakin marah dan terus menyiksa Agata hingga akhirnya ia meninggal pada tahun 250.
Karena dipercaya memiliki kekuatan untuk mencegah letusan gunung api Etna di Sisilia, Santa Agata dianggap sebagai pelindung manusia dari ancaman-ancaman api. Oleh karena itu, ia dihormati dan dimuliakan oleh banyak orang.
Yakub, Bapa Bangsa
Yakub, juga dikenal sebagai Israel, adalah tokoh penting dalam kitab Kejadian. Nama Yaqob dalam bahasa Ibrani berarti “Allah Melindungi” (Kej 27:36; Yer 9:3). Ia adalah cucu Abraham dan putera Ishak dari perkawinannya dengan Rebeka (Kej 25:20). Yakub lebih disenangi daripada kakaknya Esau. Allah memberikan kepadanya dua belas anak laki-laki, yang menjadi pendiri 12 suku Israel. Dengan demikian, Yakub dianggap sebagai Bapa asli bangsa Israel.
Cerita-cerita mengenai Yakub dibagi menjadi dua bagian utama: cerita tentang dusta dan cerita tentang penerimaan berkat. Dalam cerita pertama, Yakub disebutkan melakukan tindakan licik seperti merebut hak kesulungan dari Esau (Kej 25:27-34) atau membelinya (Kej 25:34). Selain itu, ia juga dibohongi oleh Laban (Kej 29:23-30).
Dalam cerita kedua, Yakub mengalami pergumulan di waktu malam dekat sungai Yabok (Kej 32:24-30), yang membuatnya menerima berkat Tuhan dan mendapatkan nama baru, yaitu Israel. Dari nama ini, seluruh keturunannya dinamakan Israel.
Banyak tempat geografis dihubungkan dengan keadaan Yakub saat itu, seperti:
- Betel: Tempat penampakan tangga surgawi, pendirian altar, dan penempatan batu.
- Haran: Tempat hubungan dengan Laban.
- Gilead: Cerita tentang perjanjian perbatasan dengan Laban.
- Mahanin: Cerita tentang kerukunan kembali Yakub dengan Esau.
- Sukot: Cerita tentang pembuatan rumah pondok.
- Pniel: Cerita tentang pergumulan di waktu malam.
- Sikhem: Cerita tentang pembelian tanah dan pembuatan altar.
- Habron: Tempat kediaman sementara Yakub di Mesir (Kej 37:14).
Dalam Kitab Kejadian 49:29-33, dikisahkan bahwa Yakub meninggal di Mesir. Setelah itu, dalam Kejadian 50:12-14, ia dikubur di Makhpela. Dari semua kisah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada garis tradisi ganda: satu yang bersifat kultis di daerah barat Yordan, dan yang lainnya berhubungan dengan sejarah daerah Timur Yordan.
Di luar kitab Pentateukh, Yakub hampir tidak pernah disebutkan. Namun, dalam Perjanjian Baru, ia muncul dalam ungkapan “Abraham, Ishak, dan Yakub” (Mat 8:11; Luk 13:28).
