Kekalahan Dramatis Persik Kediri dari Arema FC
Pertandingan Pekan 17 BRI Super League 2025-2026 antara Persik Kediri dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang berakhir dengan kekalahan dramatis bagi tim tamu. Meskipun sempat unggul lebih dulu, Persik justru kalah 1-2 di masa injury time setelah Arema FC melakukan comeback yang luar biasa.
Kemenangan Sementara yang Berujung pada Kekalahan
Persik Kediri berhasil memimpin pertandingan melalui gol Moch Supriadi pada menit ke-80. Tapi, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Arema FC mampu membalikkan keadaan di masa injury time, sehingga membuat Persik gagal meraih poin penuh dalam laga ini.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengakui bahwa timnya sudah bermain baik sepanjang pertandingan. Namun, ia menyebut tindakan di menit akhir yang dilakukan oleh pemainnya terlalu impulsif.
“Kami pikir kami bermain bagus dan layak menang. Tapi di menit akhir kami melakukan hal yang tidak perlu dilakukan. Kami seperti takut kalah. Kami harus lebih pintar dan lebih baik lagi,” ujar Marcos Reina seusai pertandingan.
Strategi yang Terbaca
Marcos Reina mengatakan bahwa timnya sudah membaca strategi Arema FC sejak babak pertama. Ia mengaku telah mengantisipasi beberapa taktik yang digunakan oleh pelatih Arema FC, Marcos Santos.
“Bahkan saat pelatih Arema FC melakukan pergantian formasi di babak kedua, kami tetap bisa menghadapinya,” kata Reina.
Ia juga menjelaskan bahwa taktik yang diterapkan oleh Persik cukup efektif hingga pertengahan babak kedua. Namun, di menit akhir, taktikal timnya mulai goyah.
“Saya rasa kami harus lebih percaya diri lagi saat berada dalam tekanan. Karena di menit-menit akhir, taktikal kami hilang,” tambahnya.
Evaluasi untuk Masa Depan
Meskipun kalah, Marcos Reina mengakui bahwa Persik Kediri tampil lebih tertata dibandingkan Arema FC. Timnya juga memberikan perlawanan yang cukup baik meskipun tidak banyak menciptakan peluang.
Namun, dua gol Arema FC di masa injury time menjadi titik balik yang menyebabkan kekalahan timnya.
“Kami harus lebih baik lagi dan lebih pintar. Karena Arema dalam pertandingan ini banyak memanfaatkan bola-bola rebound untuk mencetak gol. Dan itu terbukti,” ucapnya.
Pelajaran Berharga
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Persik Kediri. Marcos Reina berharap anak asuhnya dapat belajar dari kesalahan yang terjadi dalam pertandingan ini.
Ia menilai bahwa mental pemain sangat penting dalam menghadapi tekanan di akhir pertandingan. Dengan evaluasi yang matang, ia berharap timnya dapat tampil lebih stabil dan konsisten di pertandingan-pertandingan berikutnya.
