KUR BRI dan Jaminan BPKB Motor: Apa Perbedaannya?

Banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai syarat pengajuan KUR BRI jaminan BPKB motor karena ingin memperoleh modal usaha dengan proses cepat dan persyaratan mudah. Tidak sedikit calon nasabah yang mengira bahwa program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI dapat menggunakan BPKB motor sebagai agunan utama.

Padahal, program KUR dari Bank Rakyat Indonesia memiliki ketentuan berbeda dibanding pinjaman dana tunai berbasis jaminan kendaraan. Secara umum, KUR BRI merupakan fasilitas pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Di sisi lain, pinjaman ini lebih difokuskan untuk tambahan modal usaha produktif, bukan kredit multiguna dengan jaminan kendaraan bermotor.

Apakah KUR BRI Bisa Pakai Jaminan BPKB Motor?

Banyak orang bertanya apakah pengajuan KUR BRI jaminan BPKB motor benar-benar tersedia. Jawabannya, KUR BRI pada dasarnya tidak menjadikan BPKB motor sebagai jaminan utama. Untuk pinjaman KUR Mikro hingga Rp50 juta, nasabah umumnya tidak diwajibkan memberikan agunan tambahan. Selain itu, program ini memang dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil yang belum memiliki aset besar.

Sementara itu, untuk plafon pinjaman di atas Rp50 juta, pihak bank biasanya meminta agunan tambahan berupa aset tetap, misalnya sertifikat tanah atau bangunan. Karena itu, jika seseorang ingin memperoleh dana tunai dengan jaminan BPKB motor, layanan yang lebih sesuai biasanya melalui BRI Finance.

Perbedaan KUR BRI dan Pinjaman BPKB Motor

Meski sama-sama berasal dari grup BRI, KUR BRI dan kredit agunan BPKB memiliki fungsi yang berbeda. KUR BRI ditujukan khusus untuk modal usaha produktif. Selain itu, bunga pinjamannya juga lebih ringan karena mendapat dukungan program pemerintah. Di sisi lain, pinjaman jaminan BPKB motor melalui BRI Finance merupakan kredit multiguna yang memakai kendaraan sebagai agunan pembiayaan.

Karena itu, calon nasabah perlu memahami jenis pinjaman yang ingin diajukan agar proses pengajuan tidak salah.

Syarat Pengajuan Pinjaman BPKB Motor di BRI Finance

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman dana tunai menggunakan BPKB motor, terdapat beberapa syarat yang wajib dipenuhi:

Kriteria Pemohon

Calon peminjam harus memenuhi ketentuan berikut:
* Warga Negara Indonesia atau WNI

Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah

Memiliki penghasilan tetap atau usaha aktif

* Mampu membayar cicilan sesuai tenor yang dipilih

Selain itu, pihak pembiayaan biasanya akan melakukan pengecekan riwayat kredit calon nasabah sebelum pengajuan disetujui.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Agar proses pengajuan berjalan lancar, pemohon perlu melengkapi sejumlah dokumen penting:

  • Dokumen Identitas
  • Fotokopi e-KTP
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat nikah atau surat cerai jika sudah menikah

  • Dokumen Kendaraan

  • BPKB asli dan fotokopi
  • STNK kendaraan
  • Faktur pembelian motor

  • Dokumen Penghasilan

  • Slip gaji untuk karyawan
  • Surat Keterangan Usaha bagi wiraswasta
  • Rekening koran atau buku tabungan tiga bulan terakhir

Selain itu, kendaraan yang dijadikan jaminan biasanya memiliki batas usia tertentu, misalnya maksimal lima hingga sepuluh tahun tergantung kebijakan perusahaan pembiayaan.

Plafon dan Tenor Pinjaman

Besaran pinjaman yang disetujui biasanya bergantung pada nilai kendaraan yang dijaminkan. Secara umum, plafon pembiayaan bisa mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dari harga taksiran motor. Selain itu, tenor cicilan juga cukup fleksibel, mulai dari satu tahun hingga empat tahun. Sementara itu, suku bunga pinjaman bersifat kompetitif dan dapat berubah sesuai kebijakan perusahaan pembiayaan yang berlaku.

Proses Pencairan Dana Berapa Lama?

Salah satu alasan banyak orang tertarik mengajukan pinjaman BPKB motor adalah proses pencairannya relatif cepat. Jika seluruh dokumen lengkap dan lolos verifikasi, pencairan dana biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga tiga hari kerja.

Tahapan prosesnya meliputi:

  • Survei dan Verifikasi

    Petugas akan melakukan pengecekan data serta kondisi fisik kendaraan. Selain itu, survei kelayakan usaha atau penghasilan juga dilakukan untuk memastikan kemampuan pembayaran cicilan.

  • Persetujuan Pengajuan

    Setelah survei selesai, pihak pembiayaan akan menentukan apakah pengajuan diterima atau tidak.

  • Pencairan Dana

    Jika disetujui, dana akan langsung ditransfer ke rekening nasabah, biasanya dalam satu hari kerja setelah tanda tangan kontrak kredit.

KUR BRI dan Pinjaman BPKB Motor Punya Fungsi Berbeda

Informasi mengenai syarat pengajuan KUR BRI jaminan BPKB motor sering membuat masyarakat bingung karena kedua layanan tersebut memiliki sistem berbeda. KUR BRI lebih fokus pada pembiayaan modal usaha produktif dan umumnya tidak memakai BPKB motor sebagai jaminan utama. Selain itu, pinjaman hingga Rp50 juta biasanya dapat diajukan tanpa agunan tambahan.

Sementara itu, bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan kendaraan, layanan kredit agunan BPKB melalui BRI Finance menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version