Tim Pesepeda Green Nusantara Menyelesaikan Etape 4 di Flores
Tim pesepeda Green Nusantara berhasil menyelesaikan etape keempat dalam misi “Nusantara Green 10.000 KM” dengan melintasi jalur Trans-Flores sejauh 500 kilometer dari Labuan Bajo hingga Maumere. Misi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengayuh sepeda sejauh 10.000 kilometer yang akan melintasi berbagai pulau besar di Indonesia.
Rombongan terdiri dari 10 orang, sebagian besar berusia antara 60 hingga 70 tahun. Meski menghadapi medan yang sangat menantang, mereka tetap memperlihatkan semangat dan ketangguhan dalam perjalanan ini. Dengan total jarak tempuh sementara mencapai 9.200 kilometer, tim telah melintasi Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Lombok, dan Sumbawa sebelum tiba di Flores.
Misi yang Bertujuan untuk Kesehatan dan Lingkungan
Koordinator tim, Gustav Afdhol Husein atau yang akrab disapa Ocim, menjelaskan bahwa misi ini lahir dari kecintaan terhadap alam Nusantara. Tujuan utama dari perjalanan ini adalah untuk mempromosikan wisata open land (wisata alam terbuka) dan menginspirasi para lansia agar tetap aktif serta menyatu dengan alam.
“Kami ingin berkeliling Indonesia sejauh 10.000 kilometer. Selain untuk kesehatan, kami juga ingin mempromosikan wisata alam terbuka dan memberikan contoh bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif,” ujar Ocim, yang juga anggota senior organisasi Wanadri.
Perjalanan dimulai dari Labuan Bajo pada awal Februari 2026. Rombongan melewati berbagai daerah seperti Lembor, Waerebo, Bajawa, Ende, hingga akhirnya tiba di Maumere. Total jarak tempuh akumulatif mencapai 9.200 kilometer dari seluruh rangkaian perjalanan nasional.
Jalur yang Sangat Menantang dan Indah
Jalur Flores disebut sebagai salah satu rute paling menantang sekaligus indah yang pernah dilalui oleh tim. Ocim mengungkapkan bahwa jalur ini membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi karena melibatkan ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.
“Sebagai pesepeda, jalurnya sangat menantang. Kami naik dari pesisir pantai hingga mencapai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Naik, turun lagi, lalu naik lagi. Terutama rute menuju Lembor, Waerebo, dan Kelimutu,” ujar Ocim, anggota organisasi pecinta alam Wanadri angkatan 1980-an tersebut.
Meskipun usia tidak lagi muda, semangat tim tetap tinggi. Mereka ingin membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif dan sehat. Selain itu, mereka ingin mempromosikan wisata open land di Indonesia.
Sambutan Hangat dari Pemerintah Daerah
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Dalam penyambutannya, Pemerintah Daerah mengapresiasi langkah tim Green Nusantara yang mempromosikan potensi wisata Sikka, mulai dari keindahan pantai hingga kekayaan budaya lokal.
“Inilah kondisi pariwisata kami di Sikka. Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bisa menjadi kenangan baik dan membantu meningkatkan pengembangan potensi wisata alam maupun budaya kami ke depan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sikka.
Pesan Lingkungan dan Kesehatan
Perjalanan Green Nusantara bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga membawa pesan kepedulian lingkungan. Selama perjalanan dari Bajawa menuju Nangaroro hingga Maumere, tim mencatat kekayaan hasil bumi Flores seperti cengkih, pala, kemiri, hingga kakao yang tumbuh subur di sepanjang jalur lintas.
Setelah menyelesaikan etape Flores sepanjang 500 kilometer ini, tim akan melanjutkan misi mereka menuju target akhir 10.000 kilometer. Sebelumnya, mereka telah menuntaskan jalur di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat.
