Teknologi Baru untuk Meningkatkan Kualitas Gula Kristal di Banyumas

Di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Dakir dikenal sebagai petani nira yang sudah bertahun-tahun menekuni pekerjaan mengolah nira menjadi gula kristal. Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak bergantung pada alat ukur presisi atau teknologi canggih, melainkan lebih mengandalkan intuisi dan pengalaman yang terasah dari waktu ke waktu.

Setiap harinya, Dakir memanjat sekitar 21 pohon kelapa untuk mengumpulkan nira. Dari hasil sadapan tersebut, ia mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 liter nira yang kemudian diolah menjadi delapan kilogram gula kristal. Proses ini dilakukan dengan cara tradisional, tanpa bantuan mesin modern.

Namun kini, perlahan-lahan teknologi mulai masuk ke dalam dunia pengrajin gula semut. Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan UPM Malaysia berinisiatif memperkenalkan teknologi evaporator serta kristalisator kepada para pengrajin setempat. Teknologi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas dan stabilitas produksi gula kristal.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset yang dipimpin oleh Dr. Sri Rahayoe dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, melibatkan tim dosen lintas bidang serta mitra akademik internasional seperti Prof. Ts. Dr. Rosnah Shamsudin dari Universiti Putra Malaysia.

Dakir menjadi salah satu peserta aktif yang mengikuti pelatihan pengenalan alat tersebut. Ia menyambut baik inisiatif ini karena menilai teknologi dapat menjadi alternatif cerdas bagi petani dalam meningkatkan kualitas produksi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi tetap bergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan alat tersebut.

Proses Produksi yang Membutuhkan Pengalaman

Bagi para petani gula semut di wilayah Cilongok, proses produksi nira menjadi gula kristal bukanlah hal mudah. Dakir mengaku bahwa kesulitan dan rasa lelah telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Meski begitu, ia tetap menjalani pekerjaan ini demi menghidupi keluarga.

Selama ini, para petani lebih mengandalkan pengalaman daripada alat ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan proses produksinya. Insting atau feeling mereka digunakan untuk menentukan apakah nira akan berubah menjadi gula kristal yang bernilai jual tinggi, atau justru harus diubah menjadi gula cetak.

Salah satu tantangan terbesar dalam produksi gula semut adalah kualitas nira yang tidak selalu sama setiap hari. Menurut Dakir, kondisi cuaca sangat memengaruhi standar kualitas bahan baku. Untuk mengatasi hal ini, para pengrajin biasanya mencampur nira dari berbagai hasil sadapan agar kualitas bahan baku menjadi lebih merata.

Peran Teknologi dalam Produksi Gula Kristal

Teknologi baru yang diperkenalkan oleh UGM diharapkan dapat membantu para petani dalam meningkatkan kualitas produksi. Namun, Dakir tetap realistis dan menilai bahwa proses adaptasi pada tataran akar rumput membutuhkan waktu edukasi.

Ia menyadari bahwa penggunaan mesin dan peralatan modern memerlukan pemahaman kelistrikan maupun teknis tertentu. Sementara itu, pekerjaan membuat gula semut selama ini dapat dilakukan dengan luwes oleh hampir semua anggota keluarga karena hanya mengandalkan keterampilan empiris.

Dakir sangat berharap agar inovasi canggih yang diperkenalkan UGM benar-benar dapat membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas gula semut khas Banyumas, tanpa menghilangkan pengetahuan tradisional yang selama ini menjadi modal utama para petani.

Baginya, pengalaman lapangan dan teknologi modern tidak harus saling meniadakan, melainkan bisa berjalan harmonis untuk menghasilkan produk akhir yang lebih bermutu.

Keuntungan Ekonomi dan Pasar

Hasil jerih payah Dakir dalam mengolah nira menjadi gula kristal dijual kepada pihak pengepul. Saat ini, harga gula semut yang diterimanya berada di kisaran Rp21.500 per kilogram. Harga ini senantiasa mengikuti fluktuasi pasar komoditas.

Dengan adanya teknologi baru, Dakir berharap kualitas gula kristal yang dihasilkan bisa lebih stabil dan meningkat. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap pendapatan para petani dan kesejahteraan ekonomi mereka.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version