Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Memanas, Netizen Serukan Boikot

Konflik antara artis Sarwendah dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, semakin memanas dan kini telah menyebar ke berbagai aspek kehidupan publik. Masalah yang awalnya terkait anak dan nafkah kini berubah menjadi isu besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk netizen yang mengajukan petisi untuk memboikot Sarwendah.

Petisi tersebut menuntut agar brand-brand tertentu menghentikan promosi bersama mantan personil grup Cherrybelle itu. Selain itu, petisi juga menyebutkan bahwa Sarwendah sebaiknya diboikot di media sosial maupun televisi. Hal ini dilakukan karena dianggap sebagai bentuk sanksi sosial atas tindakan dan ucapan Sarwendah yang dinilai tidak pantas oleh masyarakat.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa netizen merasa marah akibat ucapan-ucapan Sarwendah saat live TikTok. Menurut Minola, ucapan-ucapan tersebut diduga menghina ayah dari anak-anak mereka dan mengecilkan arti uang Rp200 juta. Hal ini memicu kemarahan netizen hingga akhirnya muncul seruan pemboikotan.

“Jadi mungkin ucapan-ucapan S ketika live TikTok misalnya berjualan ya, menghina ayah ayah anak-anaknya, mengecilkan arti uang Rp200 juta, inilah yang membuat mungkin masyarakat akhirnya memberi apa bersikap dan akhirnya melakukan pemboikotan,” tutur Minola.

Meski demikian, Minola menegaskan bahwa pihak Ruben Onsu tidak terlibat langsung dalam aksi boikot tersebut. “Tapi sebenarnya dari pihak kami Ruben Onsu memang tidak terkait dengan masalah sikap dari masyarakat atau netizen untuk melakukan pemboikotan,” tambahnya.

Kondisi Mental dan Fisik Ruben Onsu

Mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, mengungkapkan kondisi Ruben Onsu yang kini sedang mengalami tekanan mental dan fisik. Nanda mengatakan bahwa presenter yang pernah dikabarkan dekat dengan Desi Ratnasari itu tampak lelah dan stres akibat konflik yang terjadi.

“Ruben aku lihat dia banyak pikiran ya, terlihat stres, terlihat kurang sehat dan capek,” ungkap Nanda. Ia juga menyebutkan bahwa Ruben merasa sedih karena masalah pribadinya menjadi sorotan publik.

“Dia juga bilang semalem, ‘gue capek Nda, dengan kayak gini ini hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih’, dia bilang harus melakukan cara seperti ini,” tambahnya.

Menurut Nanda, Ruben terpaksa bertindak seperti ini karena komunikasi yang ia lakukan dengan pihak Sarwendah tidak berhasil. Akhirnya, ia memilih untuk menyampaikan pendapatnya melalui media sosial.

Perasaan Ruben Terhadap Dukungan Publik

Meskipun dalam kondisi yang tidak baik, Ruben tetap merasa terharu dengan dukungan yang ia terima dari berbagai pihak. Nanda mengatakan bahwa Ruben merasa dihargai oleh teman-temannya, masyarakat, dan netizen.

“Aku lihat dari segi mental dan fisik dia kayak capek banget gitu Ruben. Dia bilang dia terharu dengan banyak support dari teman-teman, masyarakat, netizen, sekaligus sedih juga dia dengan situasi ini,” beber Nanda.

Namun, Ruben juga mengaku tidak menyangka bahwa masalah yang awalnya hanya terkait anak kini berubah menjadi isu yang lebih luas. Ia menyatakan bahwa fokus utamanya adalah anak-anak, bukan masalah lain.

“Dia nggak pernah pengin masalah ini jadi melebar dan panas, makanya dia menitikkan beratkan fokus itu soal anak. Jadi melebar ke mana-mana, dia sendiri nggak nyangka,” paparnya.

Penutup

Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu kini menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Netizen yang merasa terganggu oleh tindakan dan ucapan Sarwendah mulai mengajukan petisi untuk memboikotnya. Meskipun begitu, pihak Ruben Onsu tidak ikut campur dalam aksi tersebut. Di sisi lain, kondisi mental dan fisik Ruben Onsu kini menjadi perhatian besar, mengingat tekanan yang ia alami selama konflik ini.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version