Perjalanan Kepemimpinan di Kabupaten Tuban

Kabupaten Tuban, yang terletak di pesisir utara Jawa Timur, telah mengalami perubahan kepemimpinan selama lebih dari dua dekade terakhir. Perjalanan ini diwarnai oleh sejumlah tokoh penting yang berpengaruh dalam dinamika politik daerah. Tiga era kepemimpinan utama yang menjadi bagian dari sejarah Tuban adalah masa jabatan Haeny Relawati Rini Widyastuti, KH Fathul Huda, dan Aditya Halindra Faridzky.

Haeny Relawati: Bupati Perempuan Pertama di Jawa Timur

Haeny Relawati Rini Widyastuti lahir di Tuban pada 20 Juni 1964. Ia dikenal sebagai bupati perempuan pertama di Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi Bupati Tuban pertama yang terpilih melalui mekanisme pemilihan langsung oleh masyarakat.

Haeny berasal dari keluarga Kawit Broto Supadmo dan Suharini. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tuban sebelum melanjutkan studi tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Di sana, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Ilmu Politik.

Karier politik Haeny mulai menanjak saat mengikuti Pemilihan Bupati Tuban periode 2001–2006. Bersama Soenoto, pasangan yang diusung Partai Golkar itu berhasil meraih kemenangan dengan memperoleh 29 suara dari total 44 suara anggota DPRD Tuban saat itu.

Lima tahun kemudian, Haeny kembali maju dalam Pilkada Tuban 2006–2011 yang menjadi pemilihan kepala daerah pertama secara langsung di Kabupaten Tuban. Berpasangan dengan Lilik Soehardjono, pasangan yang dikenal dengan sebutan HeLi tersebut berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan 327.805 suara.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai bupati, Haeny melanjutkan kiprah politik di tingkat nasional. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IX yang meliputi Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro dengan perolehan 87.048 suara.

KH Fathul Huda: Tokoh dari Pesantren dan Dunia Usaha

Setelah masa kepemimpinan Haeny berakhir, tongkat estafet pemerintahan Kabupaten Tuban beralih kepada KH Fathul Huda. Ia lahir di Tuban pada 5 Juni 1954. Dikenal sebagai tokoh dengan latar belakang pesantren serta dunia usaha, Fathul Huda pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kiprahnya di lingkungan pesantren membuatnya beberapa kali memperoleh penghargaan Santri of The Year dari almamaternya tersebut. KH Fathul Huda dilantik sebagai Bupati Tuban ke-52 pada 20 Juni 2011. Dalam periode pertamanya, ia memimpin Kabupaten Tuban hingga tahun 2016. Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkannya memenangkan pemilihan kepala daerah berikutnya sehingga ia melanjutkan kepemimpinan untuk periode 2016–2021.

Selama dua periode menjabat, Fathul Huda menjadi salah satu figur yang berpengaruh dalam pembangunan daerah dan penguatan berbagai program pemerintahan di Kabupaten Tuban.

Aditya Halindra Faridzky: Bupati Termuda dan Era Baru

Setelah berakhirnya masa jabatan KH Fathul Huda pada 2021, kepemimpinan Kabupaten Tuban memasuki babak baru melalui sosok Aditya Halindra Faridzky. Ia menjadi bupati termuda pada periode pertamanya memimpin Tuban.

Aditya lahir pada 15 April 1992 dan merupakan putra dari Haeny Relawati Rini Widyastuti. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Kebonsari 2 Tuban, SMP Negeri 1 Tuban, dan SMA Taruna Nusantara. Selanjutnya, Aditya melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis di Universitas Airlangga Surabaya serta Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sejak muda, Aditya aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan politik. Ia tercatat pernah menjadi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Indonesia (AMPI) Kabupaten Tuban dan kemudian dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban.

Sebelum menjadi bupati, Aditya juga sempat menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2020. Selain itu, ia memiliki pengalaman di dunia usaha dengan menduduki sejumlah posisi komisaris di beberapa perusahaan yang berbasis di Tuban.

Karier politik Aditya mencapai puncaknya saat mengikuti Pilkada Tuban 2020 bersama Riyadi. Berdasarkan hasil pemungutan suara, pasangan tersebut memperoleh 423.236 suara atau sekitar 60 persen dari total suara sah. Hasil itu mengungguli pasangan Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar maupun Setiajit-Armaya Mangkunegara.

Kepercayaan publik terhadap Aditya berlanjut pada Pilkada Tuban 2024. Berpasangan dengan Joko Sarwono, ia kembali memenangkan pemilihan dengan perolehan 528.942 suara atau sekitar 83,89 persen suara sah.

Pada periode pertama, Aditya dilantik sebagai Bupati Tuban oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 20 Juni 2021 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Sementara itu, untuk periode kedua, ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.

Tiga Era Kepemimpinan yang Membentuk Tuban

Perjalanan politik Kabupaten Tuban selama lebih dari 20 tahun menunjukkan pergantian kepemimpinan yang berlangsung dari Haeny Relawati Rini Widyastuti, KH Fathul Huda, hingga Aditya Halindra Faridzky. Ketiganya memiliki latar belakang dan perjalanan politik yang berbeda, namun sama-sama menjadi bagian penting dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tuban.

Kehadiran para tokoh tersebut turut mewarnai dinamika pembangunan dan perjalanan demokrasi di salah satu kabupaten strategis di pesisir utara Jawa Timur.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version