Jerry Aurum Mengungkap Kebangkrutan Masa Lalu dengan Denada
Jerry Aurum, mantan suami dari penyanyi Denada Tambunan, baru-baru ini membuat pernyataan yang mengejutkan terkait konflik antara Denada dan anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano. Dalam pernyataannya, Jerry mengaku tidak pernah tahu tentang keberadaan Ressa sejak mereka masih pacaran hingga berpisah.
Jerry dan Denada menikah pada tahun 2012 dan bercerai pada tahun 2015. Selama masa pernikahan mereka, Jerry tidak pernah mendengar tentang adanya anak bernama Ressa. Ia bahkan menyatakan bahwa ia hanya mengetahui keberadaan Ressa setelah beberapa waktu setelah perceraian.
“Yang saya rasakan ya kaget, tapi kalau ditanya reaksi saya bagaimana, saya nggak bereaksi apa-apa, karena saya nggak tahu seluk beluk permasalahannya,” ujar Jerry dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.
Jerry merasa bahwa informasi tentang Ressa seharusnya sudah diketahui olehnya sebelum menikah. Namun, ia memilih untuk tidak mengomentari lebih jauh tentang masalah yang dihadapi Denada dengan Ressa.
“Apakah ini pantas saat saya mengetahui ini di mana kejadiannya ini bertahun-tahun sebelum saya kenal dan saya tahunya setelah saya bercerai, apakah pantas saya untuk mencari tahu atau berkomentar soal ini, menurut saya nggak pantas.”
Perjalanan Karier Jerry Aurum
Jerry Aurum adalah seorang fotografer profesional yang telah diakui secara internasional. Ia lahir di Medan pada 26 Mei 1976, sehingga usianya sekarang 50 tahun. Jerry lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat cumlaude dari jurusan desain komunikasi visual pada tahun 1999.
Karier Jerry dimulai dari nol dengan bermodal 500 eksemplar kalender yang ia hiasi foto-fotonya. Di usia 24 tahun, ia mulai mengoperasikan Jerry Aurum Design and Photography dari sebuah rumah kecil berukuran 2.5 x 2.5 di pinggiran Jakarta. Ia memilih pasar premium sebagai sasarannya, pilihan yang tak main-main mengingat tantangan dan resiko yang sangat besar.
Proyek pertamanya datang dari perusahaan perminyakan, Connoco Philips, yang memintanya terlibat dalam pemotretan kilang minyak di pedalaman Palembang selama tiga hari dengan nilai kontrak yang lumayan. Keuntungan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut menjadi pijakan bagi Jerry untuk memantapkan posisi memasuki dunia usaha yang sesungguhnya.
Penghargaan dan Kontribusi dalam Dunia Fotografi
Jerry merupakan fotografer Indonesia yang telah menerima penghargaan di genre foto berbeda. Ia pernah menjadi pemenang ganda platinum dan emas di Graphis 100 Best in Photography 2012 di New York, mengutip buku Hampir Foto. Jerry juga berhasil menyabet medali emas di Asian Print Awards 2011 di Bangkok.
Tidak hanya mahir membidik foto, Jerry juga menuangkan ilmu didunia fotografi ke dalam tulisan. Buku pertamanya, Femalography, dinobatkan sebagai 2nd Best Recomended oleh toko buku Borders di Singapura pada 2006. Buku keduanya, In My Room, pernah menjadi salah satu buku fotografi terlaris di Indonesia.
Penjara Akibat Kasus Narkoba
Jerry Aurum pernah dipenjara karena kasus narkoba pada 2020. Ia kemudian bebas bersyarat pada 2023. Sebelumnya dia terbukti bersalah memiliki narkotika golongan I dalam bentuk tanaman. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis 11 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara pada 2020.
Putusan majelis hakim terdaftar dengan Nomor 1650/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Brt pada 24 Februari 2020. Merasa tidak puas dengan hasil putusan hakim, Jerry mengajukan banding atas vonis tersebut. Namun upaya banding itu ditolak oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 128/PID.SUS/2020/PT.DKI menyebutkan Jerry menerima pidana sesuai vonisnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Jerry kemudian mengajukan kasasi, hukumannya mengalami penurunan menjadi tujuh tahun. Sampai pada akhirnya Jerry hanya menjalani 2/3 masa hukumannya karena pembebasan bersyarat.





