Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 akan memasuki tahap peletakan batu pertama pada tahun 2027. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Khofifah menekankan pentingnya pengembangan transportasi publik di kawasan Aglomerasi Surabaya. Ia menyampaikan bahwa insya-Allah, proyek SRRL akan segera dimulai pada tahun 2027.

Dukungan dari Pemerintah Jerman dan Uni Eropa terhadap pembangunan Jawa Timur sangat dihargai oleh Khofifah. Khususnya melalui KfW Development Bank yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan SRRL Fase 1, yang mencakup rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo.

Menurut Khofifah, kehadiran SRRL diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Proyek ini dirancang untuk memudahkan mobilitas, menekan biaya transportasi, serta meningkatkan produktivitas warga yang tinggal di kawasan Surabaya Raya.

SRRL telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Selain itu, proyek ini juga tercatat dalam Blue Book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2020–2024.

Pada 30 Juni 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menandatangani perjanjian pinjaman dengan KfW Development Bank senilai 297 juta euro untuk mendukung SRRL.

Proyek SRRL direncanakan untuk mendukung elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang sekitar 22 kilometer jalur kereta api di Surabaya. Proyeksi jumlah penumpang per hari mencapai lebih dari 200.000 orang, serta memberi manfaat bagi sekitar 1,3 juta penduduk pada dua tahun pertama operasional.

Selain infrastruktur transportasi, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama dalam mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim. Termasuk pengelolaan sampah melalui sistem penanganan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Di bidang kesehatan, Khofifah mengapresiasi kontribusi teknologi dan alat kesehatan asal Jerman. Ia juga mendorong pengembangan kerja sama lanjutan berupa mentoring dokter spesialis, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

Sementara itu, di sektor pendidikan, Khofifah berharap kerja sama vokasi dengan Jerman dapat diwujudkan melalui program kursus singkat bagi guru dan siswa Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk memperkuat keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyatakan komitmen negaranya dalam mendukung pembangunan transportasi publik dan pengendalian perubahan iklim di Jawa Timur.

“Kami siap mendukung Jatim dan Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar sekaligus Game Changer di Indonesia,” ujar Ralf Beste.

Head of Cooperation Delegation of the European Union to Indonesia, Jerome Pons, menegaskan bahwa Uni Eropa melalui strategi Global Gateway berkomitmen memperkuat investasi cerdas dan berkelanjutan di sektor transportasi, energi, kesehatan, pendidikan, dan penelitian.

“Kami bertujuan untuk memberikan dampak transformatif di sektor digital, iklim dan energi, transportasi, kesehatan, serta pendidikan dan penelitian,” kata Jerome.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version