Isu Ijazah Palsu Jokowi: Dugaan Keterlibatan Tokoh dan Respons Partai Demokrat

Isu mengenai ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali muncul dalam bentuk narasi video yang diunggah oleh kanal YouTube Dibikin Channel. Dalam video tersebut, sejumlah tokoh politik disebut terlibat dalam penyebaran informasi tersebut, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani.

Nama-Nama yang Disebut dalam Video

Dalam narasi video yang beredar luas, AHY dinarasikan sebagai koordinator untuk menyebarkan informasi terkait kasus ijazah Jokowi. Selain itu, nama Puan Maharani juga disebut sebagai koordinator penyebaran isu tersebut. Namun, hingga saat ini, Puan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi mengenai tuduhan tersebut.

Video tersebut juga menyoroti peran Rismon Sianipar, ahli digital forensik, yang diklaim telah menyampaikan bukti ke Polda Metro Jaya. Rismon merupakan salah satu tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi bersama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Dalam video tersebut, dana fantastis sebesar Rp50 miliar disebut sebagai bagian dari upaya penyebaran informasi yang melibatkan tokoh-tokoh penting di partai besar, termasuk Demokrat.

Bantahan dari Petinggi Partai Demokrat

Petinggi Partai Demokrat membantah klaim bahwa AHY menjadi koordinator penyebaran isu ijazah palsu Jokowi. Muhajir, Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, menegaskan bahwa hubungan antara AHY dan Jokowi tetap baik dan tidak ada persoalan apapun. Dia juga menekankan bahwa AHY menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Muhajir juga membantah klaim bahwa AHY bertemu dengan beberapa pihak terkait rencana agar kasus ijazah Jokowi terus didengungkan di media sosial. Menurutnya, Partai Demokrat dan AHY tidak terlibat dalam tindakan Roy Suryo cs. “Roy Suryo telah keluar dari keanggotaan maupun kepengurusan Partai Demokrat sejak 2020,” ujarnya.

Persiapan Langkah Hukum

Partai Demokrat juga menyatakan akan mempelajari video tersebut untuk menentukan apakah akan mengambil langkah hukum. Renanda Bachtar, Wasekjen Partai Demokrat, menyatakan bahwa tuduhan terhadap AHY merupakan upaya pihak tertentu yang ingin merusak hubungan harmonis antar tokoh nasional. Dia menegaskan bahwa fitnah seperti ini tidak boleh terus dikembangkan.

“Kami sedang menjajaki kemungkinan pengambilan langkah hukum dengan melaporkan akun tersebut ke kepolisian,” katanya. Renanda meyakini bahwa fitnah semacam ini dilakukan pihak tertentu untuk merusak citra AHY.

SBY Juga Dicatut dalam Kasus Ini

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga sempat dituding terlibat dalam kasus ijazah palsu Jokowi. Hal ini pertama kali diungkap oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief. SBY disebut cukup terganggu dengan isu tersebut karena tidak benar adanya.

Demokrat lantas melaporkan empat akun media sosial ke Polda Metro Jaya. Keempat akun tersebut adalah kanal YouTube Agri Fanani, Bang bOy YTN, Kajian Online, dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp. Dalam laporan polisi, mereka dianggap melakukan penyebaran fitnah yang merusak citra SBY.

Profil Akun YouTube Dibikin Channel

Di profil akun YouTube Dibikin Channel, platform ini menyebut dirinya sebagai televisi online berita dan gaya hidup. Konten yang diunggah mencakup berita, current affair, serta lifestyle dengan sudut pandang yang berbeda. Fitur berita meliputi berita internasional, olahraga, politik, kriminal, entertainment, peristiwa, dan Hebat Indonesia.

Dibikin Channel mengklaim menghadirkan informasi terbaik dan terpercaya dengan kombinasi video, suara, musik, dan tulisan. Misi mereka adalah memberikan informasi yang tidak hoaks, edukasi, hiburan, serta membuat perubahan positif bagi masyarakat.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version