Pemesanan Daihatsu Rocky Hybrid Melebihi 500 Unit Pasca Peluncuran
Setelah diluncurkan dalam ajang GIIAS 2025, mobil SUV low Daihatsu, Rocky Hybrid, mencatat pemesanan yang sangat tinggi. Jumlahnya melebihi 500 unit dan mengalami inden karena animo masyarakat yang besar terhadap model ini. Hal ini menunjukkan bahwa Rocky Hybrid telah berhasil memenuhi kebutuhan pasar akan kendaraan yang efisien dan canggih.
Daya Tarik Utama Rocky Hybrid
Beberapa faktor utama yang membuat Rocky Hybrid diminati adalah efisiensi bahan bakar yang tinggi, teknologi canggih, serta fitur keselamatan yang lengkap. Menurut Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication Astra Daihatsu Motor (ADM), hasil survei akhir tahun lalu menunjukkan bahwa konsumen lebih tertarik pada efisiensi bahan bakar, diikuti oleh teknologi dan fitur keselamatan.
Performa dan Efisiensi BBM
Hasil pengujian di Jepang dengan metode Japan Cycle 08 mencatat konsumsi BBM sebesar 34,8 km per liter. Saat dites oleh awak media di Jakarta, konsumsi BBM Rocky Hybrid bisa mencapai 47,8 km per liter, yang bahkan lebih hemat dibandingkan sepeda motor 160 CC.
Rocky Hybrid menggunakan sistem strong hybrid yang tidak memerlukan pengisian listrik tambahan. Mesin bensin 3-silinder Atkinson WA-VEX 1.200 CC berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya listrik, sementara motor listrik menjadi penggerak utama. Baterai Hybrid tipe Lithium-ion dengan tegangan 177,6 volt mampu menghasilkan daya sebesar 0,74 kWh, setara dengan mobil hybrid kelas SUV Medium.
Perawatan dan Garansi
Menurut Tri Mulyono, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI DSO), perawatan Rocky Hybrid relatif sederhana dan dapat ditangani di seluruh bengkel resmi Daihatsu di Indonesia. Ada garansi baterai Hybrid selama 8 tahun atau 160.000 KM, garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 KM, serta gratis jasa servis 5 kali hingga 50.000 KM.
Strategi Penjualan dan Target
Awal 2026, Daihatsu mulai agresif menjual Rocky Hybrid secara parsial ke kota-kota besar di luar Jakarta. Meskipun terjadi inden lebih dari dua bulan, pemesanan terus terjadi. Dengan membaiknya pasokan dari Jepang, penjualan Rocky Hybrid diharapkan bisa mengimbangi Daihatsu Rocky ICE sebelumnya.
Kehadiran Rocky Hybrid melengkapi produk line up Daihatsu dan memberikan pilihan bagi pelanggan untuk menambah atau mengganti kendaraan mereka di segmen yang lebih tinggi. Ini positif bagi pemenuhan target Daihatsu tetap di peringkat kedua penjualan otomotif nasional.
Test Drive Jakarta–Surabaya
Selain hemat BBM, sistem strong hybrid di Rocky Hybrid diklaim mampu membuat akselerasi responsif dan halus. Kabin lebih kedap pada kecepatan rendah dan menengah karena digerakkan oleh motor listrik. Dalam test drive Jakarta-Surabaya PP, dua unit Rocky Hybrid menunjukkan kemampuan yang mumpuni saat dipacu di jalur lurus.
Akselerasinya responsif dan tidak sampai 11 detik untuk mencapai kecepatan 1-100 km. Rocky Hybrid stabil saat digeber hingga kecepatan 140 km/jam. Namun, kecepatan tinggi seperti itu menguras daya listrik, sehingga rata-rata penggunaan BBM meningkat.
Fitur Keselamatan Canggih
Awak media juga menjajal fitur keselamatan canggih di Rocky Hybrid seperti Smart Pedal (S-Pdl). Fitur ini membuat mobil otomatis melambat seolah sedang mengerem saat pedal gas dilepas. Fitur lain seperti electric parking brake (EPB) dan Auto Brake Hold (ABH) sangat membantu pengemudi.
Kenyamanan dan Teknologi
Rocky Hybrid nyaman saat dikendarai, karena memanjakan pengemudi dan penumpang di kabin. Terdapat Head Unit berukuran 10 inci yang sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay, untuk menikmati musik.
Optimisme di Jawa Timur
Kepala Wilayah Astra Daihatsu Jawa Timur Andrianto Saudin meyakini, penjualan Daihatsu di Jawa Timur bisa meningkat dengan membaiknya perekonomian. Data terakhir menyebutkan, di triwulan III 2025, perekonomian di Jawa Timur tumbuh 5,22 persen. Faktor ekonomi ini bisa membuat penjualan otomotif rebound, demikian Andrianto optimistis bisa mendongkrak posisi ke urutan kedua.
