Ratu Sofya, Aktris Muda yang Kembali Jadi Sorotan
Ratu Sofya, aktris muda yang kini menjadi sorotan publik, kembali mendapat perhatian setelah dirinya dilaporkan menerima somasi dari rumah produksi HAS Pictures. Hal ini terjadi karena sang aktris disebut menolak untuk ikut mempromosikan film baru berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. Namun, kasus ini justru membuat Ratu Sofya kembali menjadi sorotan dengan tindakan balik somasi terhadap ibunya sendiri.
Profil Ratu Sofya
Ratu Sofya memiliki nama lengkap Safira Ratu Sofya. Ia lahir di Lhokseumawe pada 15 April 2004 dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia memeluk agama Islam, dengan ayah bernama Sofyan Hasan dan ibu bernama Intan Mashtura.
Perjalanan kariernya di dunia hiburan dimulai lewat film Satria Heroes: Revenge of Darkness pada tahun 2017. Nama Ratu Sofya mulai dikenal luas setelah masuk nominasi Pendatang Baru Paling Ngetop di ajang SCTV Awards 2020 berkat perannya dalam sinetron Dari Jendela SMP. Popularitasnya semakin meningkat setelah membintangi sinetron Mantan IPA & IPS.
Berikut sejumlah karya yang pernah dibintanginya:
- Film
- Satria Heroes: Revenge of Darkness
- Bisikan Iblis
- Puppy Love: Cinta Anita
- Sabar Ini Ujian
-
DJS the Movie: Biarkan Aku Menari
-
Sinetron
- Jodoh Wasiat Bapak
- Topeng Kaca
- Dari Jendela SMP
- Mantan IPA & IPS
Polemik Film Baru
Setelah kariernya berkembang, Ratu Sofya kembali menjadi sorotan setelah disomasi oleh rumah produksi HAS Pictures. Somasi tersebut dilayangkan karena ia menolak untuk mempromosikan film baru yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. Dugaan awal menyebut bahwa Ratu Sofya merasa tidak nyaman dengan adegan dewasa dalam film tersebut.
Menurut Reza Aditya, perwakilan dari HAS Pictures, Ratu Sofya menolak promosi karena merasa kurang nyaman dengan isi film. Namun, ia menegaskan bahwa adegan dewasa dalam film bukan sekadar eksploitasi, melainkan bagian penting dari cerita yang memiliki makna dan filosofi tertentu.
“Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar gitu, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak, ini ada filosofinya, ini ada ceritanya,” ujarnya.
Reza juga membantah anggapan bahwa Ratu Sofya merasa tidak nyaman selama proses syuting. Ia menegaskan bahwa suasana di lokasi produksi tetap berjalan kondusif dan profesional. “Dari proses casting, reading dan syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting gitu,” kata Reza.
Namun, beberapa pihak menganggap sikap Ratu Sofya berubah setelah ia menjalin hubungan dengan seseorang. Reza menyampaikan keheranannya terhadap pernyataan Ratu Sofya yang belakangan ramai muncul di media sosial.
Penggunaan Body Double
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penggunaan body double untuk adegan dewasa. Sebelumnya, Ratu Sofya dikabarkan sempat merasa kurang nyaman karena disebut tidak disediakan pemeran pengganti. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak produksi.
Putri, rekan Reza Aditya, menjelaskan bahwa tim produksi sebenarnya telah menyiapkan body double untuk Ratu Sofya. Meski begitu, menurutnya, tawaran tersebut justru ditolak oleh sang aktris. “Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, ‘aku bisa kalau cuma kayak gitu aja’ gitu sih,” terang Putri.
Karena dianggap tidak menjalankan kewajiban promosi, HAS Pictures akhirnya mengambil langkah hukum berupa somasi melalui kuasa hukumnya. Pengacara HAS Pictures, Takwa, menegaskan bahwa pihaknya meminta Ratu Sofya segera menjalankan kewajibannya sebagai pemain film.
“Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Takwa.
Tidak hanya melayangkan somasi, pihak rumah produksi juga menyatakan siap membawa persoalan ini ke jalur pidana apabila peringatan tersebut tidak diindahkan. Langkah itu disebut sebagai upaya untuk menjaga profesionalisme di industri perfilman.
Balik Somasi ke Ibu Kandung
Usai disomasi gegara tak mau promosi film baru, Ratu Sofya justru balik somasi ibu kandung. Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan mengenai sistem pengelolaan honor yang diterapkan keluarganya selama ini.
Intan mengatakan, bayaran dari pekerjaan syuting Ratu sejak awal memang dikirim ke rekening sang ayah karena berkaitan dengan keperluan administrasi kontrak kerja. “Honor kan yang tanda tangan Papanya, otomatis kan NPWP sama rekening kan harus sama, Papanya. Nah, ditransfer ke rekening Papanya,” kata Intan Masthura.
Ia menjelaskan sistem tersebut bukan hanya berlaku untuk Ratu, melainkan sudah menjadi pola kerja keluarga mereka sejak lama. “Semua kerja sama. Anak saya yang lain juga bukan Ratu aja yang syuting, semua kami kerja sama. Jadi siapa yang syuting, itu yang nemenin,” lanjutnya.
