Infomalangraya.net.CO.ID – JAKARTA

Sektor batubara di Indonesia mengalami penurunan kinerja pada periode Januari hingga September 2025. Beberapa faktor seperti permintaan dari China dan fluktuasi harga komoditas menjadi perhatian utama bagi para pelaku industri. Meski begitu, ada harapan bahwa kinerja sektor ini bisa membaik di masa depan.

Selain itu, analis memberikan rekomendasi terkait saham emiten telekomunikasi. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rekomendasi saham sektor telekomunikasi:

PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 31,33 triliun pada kuartal III-2025, dengan pertumbuhan sebesar 2% secara year on year (yoy). Namun, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 11% yoy menjadi Rp 27,8 triliun. Hal ini menyebabkan laba bersih turun sebesar 56,25% menjadi Rp 1,4 triliun.

Proyek perluasan angkutan batubara Tanjung Enim-Keramasan telah mencapai 58%. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur logistik perusahaan. Dengan proyek ini, kapasitas angkutan batubara eksisting PTBA akan meningkat sebesar 20 juta ton per tahun, sehingga perusahaan lebih mampu mendukung ketahanan energi nasional.

Rekomendasi: Hold

Target harga: Rp 2.400

Sumber riset: Helen, Philip Sekuritas Indonesia dalam risetnya 19 Desember 2025

INDY Chart

by TradingView

PT Indika Energi Tbk (INDY)

Meskipun harga batubara lesu, Kideco terus meningkatkan efisiensi biayanya pada kuartal ketiga tahun 2025. Biaya tunai menurun sebesar 15% secara tahunan menjadi US$ 44,5/ton. Peningkatan ini didukung oleh skema royalti baru yang berlaku efektif Mei 2025 (dikurangi dari 28% menjadi 19%) dan rasio pengupasan (stripping ratio/SR) yang lebih rendah sebesar 5,1x (dibandingkan 6,1x). Namun, hal ini sebagian diimbangi oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi setelah implementasi biodiesel B40.

Akibatnya, margin laba kotor Kideco sedikit meningkat menjadi 11,7% (dibandingkan 11,5% pada kuartal ketiga tahun 2024), meskipun laba bersih masih turun 25% secara yoy menjadi US$ 21 juta. Hal ini mencerminkan lingkungan ASP yang lebih lemah. Saham INDY disukai karena prospek pertumbuhan yang besar dari segmen emas yang akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 3.300

Sumber riset: Yoga Ahmad Gifari, Sucor Sekuritas dalam risetnya pada 4 November 2025

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG memajukan strategi diversifikasinya melalui ekspansi energi terbarukan dan paparan selektif terhadap rantai nilai nikel. Hingga kuartal ke-3 tahun 2025, kapasitas energi terbarukan berbasis surya kumulatif yang dikontrak ITMG mencapai 102 megawatt peak (MWp), naik 13% secara quarter on quarter (QoQ). Ini menunjukkan meningkatnya permintaan akan energi rendah karbon di seluruh operasinya dan klien eksternal.

Secara paralel, ITMG mengakuisisi 585 juta saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE) senilai Rp 256,23 miliar dengan harga Rp 438 per saham, premium dari harga pasar sekitar Rp 410 per saham. Ini memberikan ITMG kepemilikan saham minoritas sebesar 9,62%.

Perusahaan mengklarifikasi bahwa pembelian tersebut merupakan investasi langsung yang tidak mengendalikan dan bukan repo. Tujuannya adalah untuk mengamankan paparan strategis jangka panjang terhadap sektor nikel Indonesia sebagai bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju aset yang selaras dengan transisi energi.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 24.300

Sumber riset: Rizal Rafly, Ajaib Sekuritas Asia dalam risetnya pada 12 Desember 2025

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version