Renungan Harian Katolik: Memilih Jalan Kehidupan

Pada hari Kamis, 19 Februari 2026, renungan hari ini mengangkat tema “memilih jalan kehidupan”. Renungan ini disiapkan untuk hari Kamis sesudah Rabu Abu, dalam perayaan Santo Marselus, Martir, dan Santo Konradus dari Lombardia, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu. Bacaan-bacaan liturgi yang dibacakan pada hari ini mencerminkan pesan-pesan penting tentang pilihan hidup yang benar.

Bacaan Pertama: Ulangan 30:15-20

Dalam bacaan pertama, Musa mengingatkan bangsanya bahwa Tuhan memberikan dua pilihan: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Dia memperingatkan mereka agar tidak menyimpang dari jalan Tuhan dan tetap setia kepada-Nya. Pesan ini sangat relevan bagi kita sekarang, karena setiap hari kita dihadapkan pada pilihan antara kebenaran dan kesesatan, antara kasih dan kebencian, antara kejujuran dan kecurangan.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 1:1-2.3.4.6

Mazmur ini menggambarkan orang yang bahagia adalah orang yang menempatkan Tuhan sebagai pusat hidupnya. Ia tidak terpengaruh oleh nasihat orang fasik, tetapi ia merenungkan hukum Tuhan siang dan malam. Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, ia akan berbuah dan tidak layu daunnya. Sebaliknya, orang-orang yang tidak setia kepada Tuhan seperti sekam yang ditiup angin.

Bait Pengantar Injil: Matius 10:7

Yesus mengajak kita untuk bertobat, karena Kerajaan Surga sudah dekat. Ini adalah panggilan untuk menjalani kehidupan yang penuh makna dan tujuan, dengan mengarahkan hati kepada Tuhan.

Bacaan Injil: Lukas 9:22-25

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung penderitaan dan ditolak oleh para pemimpin agama, lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga. Ia juga mengajak setiap orang yang ingin mengikut-Nya untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut-Nya. Siapa pun yang ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa pun yang kehilangan nyawanya karena Yesus akan menyelamatkannya.

Renungan Harian: Memilih Jalan Kehidupan

Bacaan dari Kitab Ulangan mengajak kita membuat pilihan penting: memilih hidup atau maut, berkat atau kutuk. Tuhan tidak memaksa, tetapi Ia menaruh dua jalan di hadapan kita dan mengundang kita memilih yang benar: mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, pilihan itu hadir terus-menerus antara kejujuran atau kecurangan, antara kepedulian atau sikap masa bodoh, antara kasih atau kebencian. Yesus dalam Injil hari ini mengatakan bahwa siapa saja yang mau mengikuti-Nya harus menyangkal diri, memikul salib, dan setia kepada-Nya. Jalan salib ini bukanlah jalan yang populer. Dunia sering mengajarkan kepada kita untuk mencari kenyamanan dan kesuksesan pribadi, tetapi Yesus mengajak kita untuk menyerahkan diri demi kebaikan yang lebih besar.

Mengikut Yesus berarti siap memberi waktu, tenaga, dan hati bagi sesama, juga berani melawan arus ketidakadilan. Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan bahwa pilihan untuk setia kepada Tuhan bukan hanya soal doa dan ibadah, melainkan juga soal keberanian bersikap benar di tengah godaan dunia. Di tempat kerja, dalam keluarga, atau di masyarakat, kita dipanggil untuk memilih jalan yang membawa kehidupan dan harapan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Tuhan, mampukan kami memilih jalan-Mu setiap hari, meskipun tidak mudah, agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version