Penetapan Tersangka pada Selebgram Nabilah O’Brien
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan meninjau keluhan yang diajukan oleh Nabilah O’Brien. Ia menegaskan bahwa proses penanganan kasus ini akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan tetap mengedepankan rasa keadilan.
Nabilah O’Brien, seorang selebgram yang juga merupakan pemilik usaha restoran, menjadi tersangka setelah mengunggah rekaman CCTV dari restorannya. Rekaman tersebut menunjukkan adanya dugaan pencurian oleh pasangan suami istri ZK dan ESR. Dalam unggahan media sosialnya, Nabilah membagikan video yang menunjukkan keributan antara pelanggan dan staf restoran.
Kronologi Kejadian
Insiden pertama kali viral setelah Nabilah membagikan rekaman CCTV melalui akun Instagram pribadinya pada 20 September 2025. Dalam video tersebut, terlihat perempuan yang tidak sabar masuk ke area dapur dan berteriak kepada kepala staf dapur. Pria yang bersamanya juga ikut masuk dan menunjukkan emosi dengan memukul lemari pendingin serta menunjuk-nunjuk staf restoran.
Meski situasi memanas, staf dapur tetap menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan tenang. Setelah keributan mereda, pasangan tersebut meninggalkan restoran sambil membawa sejumlah pesanan makanan dan minuman tanpa membayar. Total ada 11 bungkus makanan dan tiga minuman yang dibawa pergi.
Seorang staf restoran sempat mengejar pasangan tersebut hingga ke area parkir mobil untuk menagih pembayaran sebesar Rp530 ribu. Namun, pasangan itu diduga melontarkan ancaman sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Nabilah Menjadi Tersangka
Setelah insiden tersebut, Nabilah O’Brien ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, ia mengaku diminta uang sebesar Rp 1 miliar dalam proses hukum yang dijalaninya. Nabilah mengungkapkan ketakutannya dan meminta bantuan kepada Kapolri.
Dalam video yang dibagikannya, Nabilah tak kuasa menahan tangis karena penetapan tersangka terhadapnya dinilai tidak mendasar. Ia menjelaskan bahwa selama lima bulan terakhir ia memilih diam karena takut untuk bersuara dan berbicara. Keputusan tersebut diambil karena rasa takut yang ia rasakan terkait situasi hukum yang menjeratnya.
Permintaan Keadilan dari Nabilah
Nabilah mengaku bahwa selama lima bulan ia diminta untuk mengakui bahwa apa yang ia ungkapkan dan rekaman CCTV yang diunggah adalah fitnah. Ia juga mengklaim sempat diminta menyerahkan uang sebesar Rp1 miliar. Ia mengatakan bahwa ia sudah mencoba berbagai upaya untuk membela diri, tapi benar-benar takut.
Melalui unggahan tersebut, Nabilah meminta perhatian Komisi III DPR RI serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus yang menimpanya mendapatkan kepastian hukum. Ia berharap bisa melanjutkan hidupnya dan yakin bahwa keadilan bisa ditegakkan.
Peran Nabilah dalam Melindungi Usaha
Sebagai pemilik usaha, Nabilah mengaku bahwa langkahnya mengunggah rekaman CCTV merupakan upaya untuk melindungi tempat usaha dan karyawannya. Ia menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi kepentingan publik agar pelaku usaha lain tidak menjadi korban kejahatan serupa.
Namun, alih-alih mendapatkan keadilan, Nabilah justru harus berhadapan dengan hukum. Rekaman CCTV yang ia unggah dianggap sebagai tindak pidana, berujung pada penetapan statusnya sebagai tersangka dengan nilai tuntutan yang fantastis.
Reaksi Publik dan Kalangan Selebriti
Unggahan Nabilah memicu reaksi dari kalangan selebriti dan tokoh publik yang menuntut transparansi dan keadilan bagi pelaku usaha kecil. Pengacara senior Sunan Kalijaya memberikan perhatian dengan menandai Ketua Komisi 3 DPR RI agar memantau kasus ini.
Banyak komentar dari netizen yang mendukung Nabilah dan menuntut keadilan. Mereka menilai bahwa Nabilah adalah korban pencurian yang memiliki bukti fakta lapangan. Mereka juga mempertanyakan dasar hukum penetapan tersebut.
