Peran Usus dalam Sistem Imun
Saat musim flu dan batuk tiba, menjaga daya tahan tubuh menjadi prioritas utama. Banyak orang mengandalkan vaksinasi, kebiasaan mencuci tangan, serta tidur yang cukup untuk tetap sehat. Namun, apa yang dikonsumsi sehari-hari juga memainkan peran penting dalam menjaga sistem imun.
Vitamin C sering dianggap sebagai nutrisi andalan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, kini perhatian ilmuwan mulai beralih pada bagian tubuh lain yang sangat berpengaruh dalam sistem imun, yaitu saluran pencernaan.
Peran Usus dalam Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem pencernaan tidak hanya bertugas memecah makanan. Di dalamnya hidup triliunan mikroorganisme yang terus berinteraksi dengan sistem imun. Bahkan, sebagian besar sel imun manusia berada di sekitar usus.
Dr. Will Bulsiewicz, MD, ahli gastroenterologi sekaligus direktur medis ZOE di Amerika Serikat, menyatakan bahwa sekitar 70 persen sistem imun kita berada di saluran cerna, membungkus usus dan terus berinteraksi dengan mikrobioma. Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam membantu tubuh membedakan mana zat yang tidak berbahaya dan mana ancaman serius seperti virus atau bakteri.
Probiotik dan Makanan Fermentasi
Salah satu cara termudah untuk mendukung kesehatan usus adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus.
Bulsiewicz menjelaskan bahwa konsumsi makanan fermentasi setiap hari dapat menurunkan penanda peradangan dalam tubuh dan membantu membentuk sistem imun yang lebih tangguh. Salah satu makanan fermentasi yang paling mudah ditambahkan ke menu sarapan adalah yogurt.
Yogurt, terutama yang mengandung kultur hidup aktif, menjadi sumber probiotik yang mudah ditemukan dan praktis dikonsumsi di pagi hari. Dikombinasikan dengan buah beri yang kaya antioksidan, menu ini dinilai mampu memberi dukungan tambahan bagi daya tahan tubuh.
Bagaimana Probiotik Bekerja Mendukung Imunitas?
Dr. Jason Korenblit, MD, seorang ahli gastroenterologi, menekankan bahwa sistem imun tidak hanya bekerja di tenggorokan atau paru-paru. Sebagian besar sistem imun berada di sekitar usus. Bahkan, jumlah bakteri di usus kita jauh lebih banyak dibandingkan sel tubuh manusia.
Ia menjelaskan bahwa probiotik mendukung kesehatan imun melalui beberapa mekanisme. Salah satunya dengan menjaga keseimbangan komunitas mikroba di usus, terutama setelah terganggu akibat antibiotik atau penyakit. Selain itu, probiotik juga membantu memproduksi zat bermanfaat dan memengaruhi respons imun tubuh.
Beberapa strain probiotik bahkan mampu menghambat pertumbuhan kuman berbahaya dengan mengambil alih ruang dan sumber daya di usus, sekaligus memperkuat lapisan pelindung dinding usus.
Benarkah Probiotik Bisa Mencegah Sakit?
Meski peran probiotik dalam kesehatan imun semakin banyak diteliti, para ahli menegaskan bahwa efeknya tidak bisa disederhanakan. Dr. James Cox, MD, ahli gastroenterologi dan pengajar kedokteran kuliner di Texas Christian University, menyebut bahwa mikrobioma berubah setiap waktu.
“Sangat sulit memastikan bagaimana satu kebiasaan saja memengaruhi sistem imun. Orang yang rutin makan yogurt biasanya juga memiliki kebiasaan sehat lain,” ujarnya. Cox mengakui banyak orang merasa kondisi tubuhnya membaik setelah rutin mengonsumsi makanan fermentasi. Beberapa bahkan melaporkan durasi pilek yang lebih singkat atau frekuensi sakit yang berkurang.
Menurut Dr. Farnaz Tabatabaian, MD, dokter penyakit dalam yang berfokus pada imunologi, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi probiotik dapat menurunkan frekuensi dan lama sakit. “Probiotik membantu tubuh mengenali patogen dengan lebih baik dan menurunkan peradangan. Dua hal ini dapat berkontribusi pada pemulihan yang lebih cepat,” kata Tabatabaian.
Meski begitu, para ahli sepakat bahwa probiotik bukan solusi tunggal. Jika seseorang sangat stres, kurang tidur, atau kekurangan nutrisi penting, probiotik saja tidak cukup untuk mencegah penyakit. Tapi, jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, probiotik dapat menjadi pendukung penting bagi kesehatan sistem imun.
