Kegiatan Pembelajaran Kreatif AHA Moment di SD Bumi Mulia Muhammadiyah Adiwerna
Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Budi Mulia Muhammadiyah (Bumimu) Adiwerna mengikuti kegiatan pembelajaran kreatif bertajuk AHA Moment di Gedung Lasnur, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini menawarkan metode belajar interaktif yang mendorong siswa untuk aktif berekspresi melalui berbagai aktivitas seperti menggambar, menulis, hingga diskusi kelompok. Tidak hanya sekadar mendengarkan materi, para siswa juga terlibat langsung dalam setiap proses pembelajaran yang berlangsung.
Kepala SD Bumimu Adiwerna, Asih Hidayatun, menjelaskan bahwa AHA Moment dirancang sebagai ruang belajar yang mampu memunculkan momen pencerahan bagi siswa ketika mereka memahami sesuatu secara lebih mendalam. “AHA Moment merupakan momen ketika anak menemukan pemahaman baru yang bisa mengubah cara pandangnya terhadap sesuatu,” ujarnya.
Menurut Asih, konsep pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tanpa rasa takut, sekaligus mendorong keberanian dalam mencoba hal baru. “Kegiatan ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar tanpa tekanan, berani mencoba, dan tidak takut salah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa konsep pembelajaran seperti ini menjadi yang pertama diterapkan di Kabupaten Tegal dengan fokus pada pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan rasa ingin tahu siswa. Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan metode fasilitator sebaya, yakni siswa yang lebih memahami materi membantu teman-temannya selama proses belajar berlangsung. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun interaksi yang lebih aktif sekaligus memperkuat kemampuan kerja sama antarsiswa.
Selain itu, kegiatan didukung oleh berbagai media pembelajaran kreatif seperti lembar kerja interaktif dan buku panduan Aha! Aku Tahu untuk membantu siswa mengeksplorasi ide dan pengetahuan baru.
Inovasi Pendidikan yang Diapresiasi
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, H. Fathin Hammam, turut mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan SD Bumimu Adiwerna. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini harus mampu membekali anak dengan empat kompetensi utama atau 4K agar siap menghadapi tantangan masa depan.
“Empat kompetensi tersebut adalah karakter, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi,” jelas Fathin Hammam. Ia menjelaskan bahwa karakter berkaitan dengan akhlak dan nilai agama. “Anak yang kreatif akan lebih mampu bertahan dan berkembang di masa depan, dan siswa Bumimu sudah dilatih untuk berani berkarya sejak dini,” tambahnya.
Fathin menyebut kemampuan komunikasi juga menjadi kompetensi penting, terutama dalam menghadapi dunia yang semakin terbuka secara global. “Komunikasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global. Karena itu sekolah ini juga memiliki kelas bilingual,” katanya.
Selain komunikasi, kolaborasi dinilai menjadi kemampuan yang tidak kalah penting dalam membangun kesuksesan. “Kesuksesan tidak bisa diraih sendiri, tetapi melalui kerja sama,” tegasnya.
Fathin menilai AHA Moment menjadi langkah baru dalam menghadirkan model pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. “Walaupun masih level SD, AHA ini menunjukkan ketakjuban. Ini baru pertama di Tegal. Selamat dan sukses untuk SD Bumimu,” pungkasnya.
Manfaat dan Potensi AHA Moment
Kegiatan AHA Moment tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih aktif dan kritis dalam memahami materi. Dengan metode pembelajaran yang inovatif, siswa diajak untuk tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mengaplikasikannya dalam berbagai bentuk ekspresi.
Selain itu, AHA Moment juga menjadi wadah untuk mengembangkan soft skills seperti kerja sama, komunikasi, dan kreativitas. Hal ini sangat penting dalam persiapan siswa menghadapi tantangan dunia nyata yang semakin kompleks.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan berbasis eksplorasi, AHA Moment menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang pengembangan diri secara holistik. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
