Es Cao, Minuman Tradisional yang Populer di Solo Raya
Di Solo Raya, Jawa Tengah, ada banyak kuliner tradisional yang biasa dijadikan menu berbuka puasa. Salah satunya adalah es cao, minuman tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kesegarannya yang khas berasal dari cincau, sejenis gel alami yang terbentuk dari ekstraksi daun tanaman tertentu, kemudian disajikan dengan tambahan es serut, santan, sirup, atau susu.
Es cao sendiri merupakan minuman yang sejenis dengan es cincau. Di mana cincau terdiri dari dua jenis, yakni cincau hijau (Cyclea barbata) dan cincau hitam (Mesona palustris). Belakangan, muncul pula inovasi baru seperti cincau berwarna merah muda yang menambah daya tarik tampilannya.
Asal Usul dan Sejarah Es Cao
Cincau memiliki akar sejarah panjang yang berawal dari Tiongkok. Dalam bahasa Hokkian, minuman ini disebut Sienchau atau Xiancau. Melalui jalur perdagangan, para pedagang Tiongkok membawa minuman ini ke berbagai daerah di Nusantara, hingga dikenal luas dengan nama berbeda di berbagai daerah, seperti camcao di Jawa, camcau di Sunda, serta juju, kepleng, dan tahulu di wilayah Melayu.
Dalam budaya Tionghoa, cincau digunakan sejak lama sebagai minuman herbal untuk menurunkan panas tubuh dan menjaga keseimbangan metabolisme. Dari sana, tradisi mengonsumsi cincau menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
Proses Pembuatan Tradisional
Proses pembuatan cincau masih tergolong sederhana. Daun cincau diremas dengan air bersih hingga menghasilkan cairan kental yang kemudian didiamkan hingga membentuk gel alami. Untuk cincau hijau, proses ini bahkan tidak memerlukan pemasakan. Sedangkan cincau hitam biasanya dimasak dengan tambahan tepung tapioka dan abu merang padi untuk menghasilkan tekstur yang lebih liat dan warna hitam pekat yang khas.
Menariknya, sekitar 98 persen cincau adalah air, sementara sisanya mengandung mineral, karbohidrat, serta vitamin A, B1, dan C. Tak hanya menyegarkan, cincau juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.
Khasiat Es Cao
Cincau dipercaya memiliki berbagai khasiat, antara lain:
- Menurunkan panas dalam dan tekanan darah tinggi.
- Mencegah gangguan pencernaan serta membantu proses detoksifikasi tubuh.
- Kandungan seratnya membantu mengikat lemak dan gula, sehingga bermanfaat untuk mencegah diabetes, jantung, dan stroke.
- Selain itu, cincau juga memiliki sifat antioksidan, antiradang, dan antidemam yang membuatnya semakin populer sebagai bahan minuman sehat alami.
Sentra Produksi Cincau di Indonesia
Tanaman cincau banyak dibudidayakan di daerah dengan iklim lembap dan curah hujan tinggi. Salah satu sentra terbesar berada di Tenjolaya, Bogor, di lereng barat laut Gunung Salak. Selain itu, produksi cincau juga berkembang di Bandung, Tasikmalaya, Blitar, serta beberapa daerah sekitar Solo.
Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tanaman ini dikenal dengan nama janggelan.
Inovasi dan Variasi Es Cincau
Kini, es cincau tak hanya disajikan dengan santan dan gula merah seperti dahulu. Banyak varian modern bermunculan, seperti es cappuccino cincau, es bajigur cincau, hingga es rootbeer cincau. Di berbagai kota besar, termasuk Solo Raya, es cincau mudah ditemukan baik di warung tradisional maupun dalam kemasan modern yang bisa dipesan secara online.
Rekomendasi Es Cao (Es Cincau) Legendaris di Solo Raya
-
Es Cao Pasar Sukoharjo
Warung es cao ini sudah berdiri sejak tahun 1970-an dan menjadi salah satu legenda kuliner di Sukoharjo. Menu andalannya adalah Es Dawet dan Es Cao yang disajikan dalam suasana sederhana penuh nostalgia.
Harga: Rp7.000 per porsi.
Alamat: Jl. Lettu Ismail No. 10–22, Selatan Pasar Sukoharjo.
Jam buka: 08.00–15.00 WIB. -
Es Cao Pasar Klumprit Mojolaban
Es cao yang satu ini terkenal dengan rasanya yang segar, manis, dan lembut, cocok diminum di siang hari yang panas. Meski tanpa tambahan tetes, cita rasanya tetap pas dan menyegarkan.
Harga: Rp3.000 per cup.
Lokasi: Selatan Lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo.
Jam buka: 10.00–17.00 WIB.
