Kekalahan Persebaya Surabaya dari Borneo FC Memicu Desakan untuk Perbaikan Lini Depan
Pada pertandingan krusial kontra Borneo FC, Persebaya Surabaya kalah tragis dengan skor 5-1 di Stadion Segiri Samarinda. Hasil ini menimbulkan kekecewaan yang mendalam di kalangan Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya. Dalam laga tersebut, Borneo FC mencetak lima gol melalui empat pemain berbeda, yaitu Juan Villa (15′), Mariano Peralta (62′), Koldo Obieta (68′), dan Marcos Astina (90+3′). Sementara itu, satu-satunya gol balasan Persebaya Surabaya dicatatkan oleh bek asal Brasil, Leo Lelis (73′).
Setelah pertandingan, beberapa suporter mengakui bahwa kekalahan tersebut adalah bagian dari dinamika sepak bola. Namun, banyak kritik yang menyasar sektor depan Persebaya Surabaya. Absennya Mihailo Perovic, yang sedang cedera, sangat berpengaruh pada aliran bola di lini depan. Selain itu, Persebaya Surabaya tidak memiliki striker murni selain Perovic, sehingga kehilangan dia memengaruhi kualitas permainan.
Beberapa komentar dari penggemar Persebaya Surabaya menunjukkan kekecewaan terhadap performa lini depan:
- “Resiko maine cuma ngandelno Bruno & Riveira, wong 2 iku dikunci wes gak iso lapo2. Musuh Persib & Borneo dadi contoh nyata, permainan e saiki cuma ngandelno Bruno & Riveira. Gak duwe target man, bek lawan dadi gak perlu cemas. Fokus mateni pergerakan Bruno, Riveira & Gali,” tulis @sony_setyawan23
- “Ompong!!!!” tulis @emosijiwakucom
- “Seng ngarep remek, seng mburi katutan remek. Akhir musim tambah digawe yak yakan,” tulis @akmalotta
- “Goleko striker sing nggenah ngono loh.. trakhir striker mu sing enak cm david da silva. Giliran da silva nganggur g dtawarin maneh,” tulis @dedywibowo83
- “Kpan iso ndue striker tajam David da Silva wes tuek ae isek ganas,!” tulis @serdadulokajaya.
Solusi untuk Krisis Striker Persebaya Surabaya
Melihat urgensi lini depan yang sangat memengaruhi performa Persebaya Surabaya, salah satu nama yang disebut-sebut bisa menjadi solusi adalah Ramadhan Sananta. Seperti diketahui, Persebaya Surabaya hampir berhasil mendapatkan tanda tangan pemain grade A Timnas Indonesia di paruh musim lalu. Klub kebanggaan Bonek itu intens goda bekas anak asuh Bernardo Tavares yang kini bermain bersama DPMM di Liga Super Malaysia.
Sayangnya, kabar tersebut hanya berakhir pada kegagalan karena Ramadhan Sananta memilih bertahan hingga akhir musim bersama DPMM. Meski demikian, transfer itu tetap menjadi harapan besar bagi Persebaya Surabaya di tengah krisis striker.
Peluang Ramadhan Sananta Bergabung dengan Persebaya Surabaya
Berdasarkan informasi dari akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @transfernews__ft, ada kemungkinan besar Ramadhan Sananta akan bergabung dengan Persebaya Surabaya. Kabarnya, Persebaya Surabaya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia tersebut. Saat ini, Ramadhan Sananta bermain untuk DPMM FC Malaysia dan telah mencatatkan 2 Gol 1 Assist dalam 15 Pertandingan.
Dari segi waktu, kontrak Ramadhan Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026. Oleh karena itu, kans Persebaya Surabaya amankan tanda tangan eks anak asuh Bernardo Tavares di PSM Makassar itu secara gratisan terbuka lebar. Terlebih, hubungan historis apik Ramadhan Sananta yang berkembang pesat di bawah asuhan Bernardo Tavares bisa jadi stimulan Persebaya Surabaya mudah amankan tanda tangannya.





