Edukasi Trip: Pembelajaran Luar Ruang di Markas TNI
Puluhan anak PAUD IT Insan Mandiri Nabire mengikuti kegiatan edukasi trip (edu trip) luar ruang di Markas Yonif 804/DBAY, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ekosistem alam melalui interaksi langsung dengan berbagai budidaya, seperti budidaya ikan lele, peternakan sapi, kambing, hingga unggas. Program ini juga menjadi wadah sinergi antara TNI dan sekolah dalam membentuk karakter mandiri serta menumbuhkan keberanian anak melalui pengalaman sensorik nyata.
Gelak tawa puluhan anak usia dini memecah kesunyian markas TNI saat mereka menyusuri area hijau di Jalan Raya Samabusa, Distrik Nabire, Papua Tengah. Para siswa PAUD IT Insan Mandiri Nabire tidak sedang melakukan baris-berbaris, melainkan menjelajahi ekosistem peternakan dalam program pembelajaran luar kelas atau edukasi trip.
Area Budidaya Ikan Lele
Yonif 804/DBAY membuka pintu markasnya sebagai ruang laboratorium alam untuk memperkenalkan dunia pertanian dan peternakan kepada generasi muda. Edukasi dimulai dari area budidaya ikan lele yang dikelola secara mandiri oleh personel batalyon. Anak-anak PAUD mengamati langsung pergerakan ribuan ikan dalam kolam sembari mempelajari cara menjaga kebersihan ekosistem air.
Instruktur lapangan menjelaskan siklus hidup ikan mulai dari benih hingga siap panen kepada para sisiswa yang antusias. Interaksi langsung ini bertujuan memberikan pemahaman konkret mengenai rantai makanan dan sumber pangan protein hewani.
Peternakan Mamalia dan Unggas
Petualangan berlanjut ke area peternakan mamalia yang menjadi pusat perhatian utama peserta didik. Di lokasi ini, siswa berinteraksi langsung dengan hewan ternak seperti kambing dan sapi yang dirawat secara intensif. Petugas menjelaskan jenis pakan hijau yang sehat dan cara hewan-hewan besar tersebut berkembang biak.
Pengalaman sensorik paling nyata terjadi saat anak-anak memberanikan diri menyentuh dan memberikan pakan secara langsung kepada ternak. Tidak hanya mamalia, mereka juga diperkenalkan dengan budidaya unggas berupa bebek dan ayam kampung. Mereka melihat langsung proses pemeliharaan unggas di kandang yang bersih dan tertata rapi.
Anak-anak berkesempatan melihat bentuk fisik telur bebek yang baru saja dihasilkan oleh indukan di lokasi tersebut. Pembelajaran ini dirancang untuk menanamkan rasa syukur terhadap hasil alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Alami
Kepala PAUD IT Insan Mandiri Nabire, Nurnaningsih, menjelaskan bahwa strategi pembelajaran ini bertujuan mengintegrasikan teori kelas dengan praktik lapangan. Menurutnya, pembelajaran berbasis alam sangat efektif dalam membentuk fondasi mental dan memori jangka panjang pada anak.
Pengalaman luar ruang memberikan dampak psikologis yang lebih kuat dibandingkan sekadar melihat gambar di dalam buku pelajaran. “Ini krusial untuk membentuk karakter yang peduli lingkungan, rasa syukur atas ciptaan Tuhan, serta kemandirian sejak dini,” ujar Nurnaningsih dalam pers rilis.
Penguatan Kepercayaan Diri
Penanggung jawab kegiatan, Nur Rahmi, menyoroti aspek penguatan kepercayaan diri peserta didik. Menurut Nur, mencoba hal baru seperti mendekati hewan besar merupakan tantangan fisik dan mental bagi anak usia dini. Keberanian mereka tumbuh secara alami saat mereka berhasil mengatasi rasa takut terhadap lingkungan yang asing.
Pihak sekolah juga mengapresiasi keterbukaan TNI dalam mendukung sektor pendidikan di wilayah Nabire melalui fasilitas yang humanis. Inovasi pendidikan luar ruang ini mendapat dukungan penuh dari orang tua murid yang menginginkan pola belajar dinamis.
“Dengan program seperti ini kita berharap anak-anak didik kami tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki empati tinggi terhadap makhluk hidup,” harap Nur.
Penutupan Kegiatan
Selanjutnya kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan pertahanan negara.
