Penjelasan Basarnas Mengenai Data Smartwatch Farhan Gunawan

Setelah beberapa waktu lalu menghebohkan publik, data dari smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan akhirnya diungkap oleh pihak Basarnas. Awalnya, masyarakat berharap bahwa pergerakan langkah kaki yang terdeteksi pada alat tersebut menunjukkan bahwa korban masih hidup setelah kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan.

Namun, hasil penelusuran yang dilakukan oleh Basarnas menunjukkan bahwa data tersebut tidak berasal dari saat kejadian kecelakaan. Justru, data itu adalah rekaman aktivitas yang terjadi beberapa bulan sebelum kejadian. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i menjelaskan hal ini dalam konferensi pers yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/1/2026).

“Setelah dibuka, ternyata rekaman itu berasal dari beberapa bulan yang lalu ketika korban masih di Jogja. Ini sudah diklarifikasi tadi pagi,” ujar Syafi’i. Ia juga menyampaikan bahwa keluarga Farhan telah menerima penjelasan dari Basarnas dan pihak kepolisian. Meskipun begitu, mereka tetap memahami perasaan keluarga yang berharap Farhan masih hidup.

“Kami memahami perasaan keluarga korban yang sangat berharap Farhan masih hidup. Oleh karena itu, kami juga telah menginformasikan hal ini secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambah Syafi’i.

Pengakuan Keluarga Farhan

Pitri Keandedes Hasibuan (30), kerabat dekat Farhan, menyampaikan harapan bahwa smartwatch milik korban bisa digunakan untuk mencari keberadaannya. “Dia (Farhan) kan ada smartwatch, kalau bisa ada yang melacak smartwatch-nya itu dia pakai yang Galaxy, kayak manalah caranya, supaya ada pertolongan yang cari dia,” kata Pitri usai menerima informasi dari adiknya Dian Mulyana Hasibuan, pacar dari Farhan.

HP Farhan ditemukan di hutan dan kini sedang dipegang oleh adiknya. “HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya terus dicek smartwatch nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada berapa langkah terus ditambah lagi jam 10 sampe malam juga ada,” sambung Pitri.

Pergerakan langkah kaki tersebut semakin bertambah. Pitri juga meminta pertolongan ke Presiden Prabowo lewat video tersebut. “Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah mengerahkan helikopter ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh korban. Termasuk meminta agar pergerakan langkah dari smartwatch itu dilacak. “Saya mohon sekali, Pak, tolong selamatkan Farhan, karena dia sudah memberikan tanda-tanda (masih hidup) pak hp nya masih terhubung dengan ada pergerakan langkah kakinya pak sekian dari saya,” imbuh Pitri.

Penemuan Black Box Pesawat ATR 42-500

Akhirnya, black box pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh Tim SAR. Meski sudah ditemukan keberadaan black box tersebut, belum bisa diamankan karena kondisi yang belum memungkinkan. Black box terletak di bagian ekor pesawat ATR 42-500 PK-THT.

Sebagai informasi, black box (kotak hitam) menjadi benda yang paling dicari setelah terjadinya kecelakaan pesawat terbang. Itu karena kotak hitam merupakan perangkat penyimpan data penerbangan yang nantinya bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat terbang.

Meski namanya black box tapi warnanya itu orange. Diketahui bahwa black box berada di bagian ekor, namun akses menuju titik tersebut sangat terbatas dan berisiko tinggi. Untuk menjangkau area tersebut, Tim SAR Gabungan harus menyiapkan strategi khusus.

Personel memerlukan tali sepanjang sekitar 100 meter dari Pos 8 untuk melakukan teknik grappling atau repling menuruni lereng curam menuju badan pesawat. “Kita harus memerlukan dari Pos 8 tali sekitar 100 meter untuk bisa grappling ke area pesawat,” ujar Tim SAR, Rabu (21/1/2026).

Kondisi geografis menjadi tantangan utama. Selain kemiringan tebing yang ekstrem, permukaan lokasi didominasi bebatuan dan minim pijakan, sehingga setiap pergerakan harus dilakukan dengan perhitungan matang. “Lokasi ekornya ada di bagian selatan,” ungkapnya.

Basarnas Makassar juga telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan titik pasti keberadaan black box sebelum proses evakuasi dilakukan. “Letak black box-nya sendiri kami sudah berkoordinasi dengan KNKT, letak dari black box itu dari bagian ekor,” jelasnya.

Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan memastikan tim khusus telah disiapkan untuk fokus menuju bagian ekor pesawat, meskipun perangkat perekam tersebut belum berhasil diangkat. “Ada tim yang khusus untuk ke ekor,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pencarian di area tersebut membutuhkan teknik khusus karena posisi ekor berada di lereng yang sangat terjal. “Dan itu posisinya juga harus menggunakan teknik repling. Ini di lereng juga,” jelasnya.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT sendiri diketahui hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026). Serpihan pesawat ditemukan beberapa jam kemudian di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur.

Pada hari keempat pencarian, lokasi black box akhirnya teridentifikasi. Namun hingga kini, tim masih mempersiapkan peralatan tambahan dan skema penjangkauan paling aman agar proses evakuasi dapat dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan personel.

Ucapan Terakhir Kapten Andy Dahananto

Di tengah pencarian para korban kecelakaan pesawat ATR, heboh soal ucapan terakhir sang kapten Pilot. Saat itu, ia sempat melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya. Tidak ada firasat buruk, hanya pesan singkat yang selama ini selalu menjadi ritual sebelum bertugas.

“Pesan terakhir beliau hanya ‘doakan happy landing’. Itu kalimat yang selalu beliau sampaikan sebelum bertugas,” tutur adik ipar Kapten Andy, Agus Mahardianto.

Namun hingga waktu pendaratan yang dijadwalkan sekitar pukul 13.17 WIB, tidak ada kabar lanjutan dari Kapten Andy. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak Indonesia Air Transport mengabarkan kepada keluarga bahwa pesawat yang dikemudikannya hilang kontak.

“Sejak itu kekhawatiran kami mulai muncul, karena dalam dunia penerbangan, kondisi lost contact bukan hal yang biasa,” ujarnya.

Daftar Korban Kecelakaan Pesawat Indonesia Air Transport

Berikut adalah daftar 10 korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport:

Daftar Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga
Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version