SMK YPT Kota Tegal Siapkan Lulusan untuk Bekerja di Jepang
SMK YPT Kota Tegal, salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di wilayah Tegal, terus berupaya memperkuat kompetensi siswanya agar siap bekerja setelah lulus. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka kelas magang ke Jepang. Hal ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Kepala SMK YPT Kota Tegal, Moh Sultoni, SPd.,MSi menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan dan industri di Jepang. Tujuan utamanya adalah agar siswa dapat mengikuti program magang yang akan meningkatkan keterampilan mereka. Program ini juga didukung oleh Yumei Mandiri Indonesia, yang bertugas sebagai mitra dalam menyalurkan siswa-siswi ke Jepang.
“Ada program penguatan yakni kelas magang ke Jepang, bagi mereka yang ingin bekerja di Jepang dan disupport Yumei Mandiri Indonesia yang siap menyalurkan siswa-siswi ke Jepang,” ujar Sultoni.
Selain itu, SMK YPT juga terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan. Salah satunya adalah pembangunan ruang praktik di wilayah Dampyak Kabupaten Tegal. Ruang praktik ini dibangun untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa di berbagai jurusan yang ada.
“Kami juga tengah membangun ruang praktek di Dampyak, untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi jurusan,” tambahnya.
Pendaftaran siswa baru di SMK YPT tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya, jumlah siswa yang terdaftar mencapai 320 orang. Untuk tahun ajaran 2026, targetnya adalah meningkatkan jumlah tersebut menjadi 400 siswa.
SMK YPT menyediakan beberapa jurusan unggulan seperti Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Mekanik Industri, Teknik Audio Video Elektronika, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Jurusan Teknik Kendaraan Ringan menjadi yang paling diminati. Tahun lalu, jurusan ini penuh terisi. Namun, jika jumlah siswa sudah mencapai batas maksimal, calon siswa akan diarahkan ke jurusan lain sesuai dengan bakat dan minat mereka. Umumnya, alternatif kedua yang dipilih adalah Teknik Audio Video Elektronika.
Keberagaman Siswa di SMK YPT
Beberapa orang mungkin masih menganggap bahwa SMK YPT hanya menerima siswa laki-laki. Namun, Sultoni menegaskan bahwa saat ini terdapat sebanyak 70 siswa perempuan di SMK YPT. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat pada tahun ajaran baru. Siswi yang mendaftar biasanya lebih memilih jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Meski demikian, beberapa di antaranya juga memilih jurusan Teknik Mekanik Industri dan Teknik Kendaraan Ringan.
Kerja Sama dengan Industri Nasional dan Internasional
Sebagai SMK yang fokus pada pelatihan kerja, SMK YPT juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri skala nasional dan internasional. Beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan SMK YPT antara lain Astra Group, PT Bukaka, TOA, Paragon, PAMA, CATL, DigiTiket, Musashi, dan Chenco.
Dari jumlah siswa yang ada, sekitar 50% berhasil diterima di dunia kerja baik di perusahaan nasional maupun internasional. Sisanya memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau memulai usaha sendiri.
Peluang Karier yang Luas
Program magang ke Jepang serta kerja sama dengan berbagai industri memberikan peluang karier yang luas bagi lulusan SMK YPT. Dengan fasilitas dan dukungan yang memadai, siswa diharapkan mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
